Portalika.com [SURAKARTA] – Menyambut momentum spesial Dies Natalis ke-46, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Jateng menggelar aksi nyata dalam merawat nilai-nilai sejarah. Salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan reflektif bertajuk “Kunjungan Rumah Slamet Riyadi” belum lama ini.
Agenda tahunan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk apresiasi nyata terhadap jasa Pahlawan Nasional Slamet Riyadi. Sekaligus ini momentum krusial untuk memperkuat nilai karakter bagi seluruh civitas akademika Unisri Solo.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr Oktiana Handini dalam siaran pers menyebutkan, kunjungan ini merupakan wujud penghargaan tertinggi Unisri terhadap sang pahlawan, yang namanya diabadikan sebagai nama perguruan tinggi tersebut.
Sebagai langkah konkret pelestarian sejarah, dalam kesempatan ini Unisri juga menyerahkan buku ajar Keslametriyadian. Buku ini diharapkan menjadi panduan utama dalam menginternalisasi nilai-nilai perjuangan Slamet Riyadi di lingkungan akademik kampus.
Sementara itu Rektor Unisri Solo, Prof Dr Drs Sutoyo, MPd, menegaskan, ziarah dan silaturahmi ke kediaman Pahlawan Slamet Riyadi, merupakan agenda rutin tahunan yang wajib dilaksanakan dalam rangkaian Dies Natalis Unisri.
“Kegiatan ini bertujuan memperkuat nilai karakter pada seluruh civitas akademika Unisri dan menjadi sarana menyambung tali silaturahmi dengan keluarga besar Pahlawan Slamet Riyadi,” papar dia.
Dialog Interaktif Lewat Wayang Kulit
Rombongan Unisri Solo yang berjumlah 40 orang hadir memadati lokasi. Delegasi ini terdiri atas Pembina dan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi Surakarta/Solo, jajaran Rektor, Wakil Rektor, Dekan, panitia Dies Natalis, Dosen, tenaga kependidikan, hingga perwakilan mahasiswa.
Kedatangan rombongan kampus oranye ini disambut hangat oleh Sarjono, salah satu cucu keponakan dari Pahlawan Slamet Riyadi. Setelah sesi ramah tamah dan sambutan, acara dimeriahkan dengan daya tarik unik berupa pertunjukan pakeliran wayang kulit kontemporer.
Menariknya, pertunjukan seni ini mendatangkan dalang muda berbakat, Raditya, yang merupakan mahasiswa semester 2 Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Prodi AN Fisip) Unisri. Dalam pergelaran ini Raditya dengan piawai membawakan lakon khusus berjudul “Sang Slamet Riyadi”.
Slamet Riyadi dan Rektor “Dijadikan” Tokoh Wayang
Dalam pertunjukan tersebut, sang dalang menampilkan dua karakter wayang modifikasi yang mencuri perhatian penonton:
- Tokoh Pahlawan Nasional Slamet Riyadi.
- Tokoh Rektor Unisri, Prof Dr Drs Sutoyo, MPd.
Melalui dialog interaktif yang jenaka namun sarat makna, sosok wayang Pahlawan Slamet Riyadi berdialog langsung dengan sosok Rektor Unisri. Pesan utama yang disampaikan adalah ajakan untuk terus meneladani nilai perjuangan dan mengembangkan pembelajaran karakter bagi seluruh warga kampus.
Internalisasi nilai-nilai kepahlawanan ini disalurkan melalui pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi aspek pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kesuksesan agenda Dies Natalis ke-46 ini, Unisri kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme yang tinggi, integritas kokoh, dan jiwa kepemimpinan yang kuat demi menghadapi tantangan zaman. (Iskandar)












Komentar