Portalika.com [SUKOHARJO] – Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau pabrik batik keris di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dan mendorong memperluas market ekpsort.
Kunjungan ini bertujuan memantau perkembangan usaha sekaligus mendorong pelaku industri batik dan UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar global.
“Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau secara langsung proses produksi batik dan dampak penyerapan tenaga kerja lokal. selain itu, untuk memetakan potensi perluasan pasar ekspor bagi produk busana berbasis budaya Indonesia,” ujarnya.
Ia mengapresiasi Batik Keris yang telah membangun jaringan ritel nasional di pusat perbelanjaan dan bandara, serta konsisten menjalankan program kaderisasi pembatik lintas generasi.
Menurutnya, kebersaamaan pekerja senior dan junior memperkuat ekosistem industri budaya agar batik tidak punah dan dapat memberdayakan masyarakat sekitar.
Wamendag Roro menegaskan komitmen kementerian perdagangan sebagai fasilitator untuk membuka ruang pembinaan, promosi, hingga peragaan busana guna mengenalkan batik ke mancanegara, terutama kawasan asia tenggara yang memiliki kemiripan nilai budaya.
Wamendag juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan 46 perwakilan perdagangan di 33 negara untuk kegiatan penjajakan bisnis dengan calon pembeli potensial.
Diketahui, Batik Keris berdiri sejak 1947 dengan 435 tenaga kerja, 311 unit mesin, dan kapasitas produksi hingga 60 000 potong per bulan.
Data BPS menunjukkan nilai ekspor batik Indonesia tahun 2025 mencapai USD 30,62 juta (tumbuh 13,03 persen), sedangkan semester i‑2026 tercatat USD 4,39 juta. (Naharudin)











Komentar