Dari Museum Tahir Tumbuhkan Bakat dan Kreatifitas Generasi Muda

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani menghadiri Final Tahir Solo Museum Talent Show di Tahir Solo Museum Plaza, Sabtu, 3 Oktober 2026. Astrid saat itu juga dipercaya menjadi salah satu juri para finalis.

Astrid mengapresiasi Tahir Solo Museum yang menghadirkan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengenali, mengembangkan, sekaligus menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.

banner 300x250

Menurutnya, ajang talent show tidak semata-mata tentang menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk berani tampil, menunjukkan kemampuan, menerima penilaian, sekaligus membangun kepercayaan diri.

“Talent show bukan sekadar ajang untuk mencari siapa yang menjadi juara, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk berani tampil, menunjukkan kemampuan, belajar menerima penilaian, dan yang paling penting membangun rasa percaya diri,” kata Astrid.

Ia menilai keberanian untuk tampil dan menunjukkan kemampuan merupakan bagian penting dari proses tumbuh dan berkembang seorang anak.

Astrid juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan posisi Kota Surakarta sebagai kota budaya. Menurutnya, pengembangan budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga warisan masa lalu, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi masa kini untuk melahirkan kreativitas dan karya baru.

BACA JUGA  Ekonomi Solo Raya Tetap Solid, Inflasi Terkendali Digitalisasi Pembayaran Terus Menguat

“Kota Surakarta sebagai kota budaya membutuhkan ruang-ruang kreatif yang dapat mendorong generasi muda untuk terus berkarya. Budaya tidak hanya berbicara tentang warisan masa lalu, tetapi juga bagaimana kreativitas generasi hari ini terus tumbuh dan melahirkan karya-karya baru,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Astrid juga menyoroti peran museum yang menurutnya tidak harus selalu dipahami sebagai tempat untuk melihat dan mempelajari koleksi masa lalu.

Museum, kata dia, dapat berkembang menjadi ruang publik yang hidup, tempat masyarakat bertemu, belajar, berkreasi, sekaligus mengekspresikan diri.

“Kehadiran Tahir Solo Museum Talent Show menunjukkan bahwa museum dapat menjadi bagian dari ruang kreatif dan edukatif bagi generasi muda,” tuturnya.

Tahir Solo Museum merupakan museum yang memadukan unsur seni, budaya, sains, dan teknologi. Museum ini berada di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Pedaringan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, dan dibangun di atas lahan sekitar lima hektare.

Fasilitasnya mencakup zona STEM dan robotika, sains dan teknologi, koleksi fosil dinosaurus, ruang antariksa atau Space Center, hingga instalasi seni.

BACA JUGA  Komunikotavisual Ajak Warga Tempel Stiker Pilkada Damai Di Pasar Gede, Solo

Museum tersebut melakukan soft opening pada 25 Juli 2026 dan mulai dibuka untuk masyarakat sehari setelahnya. Kehadirannya dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus destinasi yang mempertemukan budaya, seni, sains, dan teknologi.

Salah satu koleksi yang menjadi daya tarik Tahir Solo Museum adalah fosil asli dinosaurus Omeisaurus tianfuensis dengan panjang leher sekitar 20 meter. Koleksi fosil dari Zigong, Tiongkok, tersebut menggunakan sistem peminjaman dan rotasi sehingga koleksi museum dapat terus diperbarui.

Selain koleksi dinosaurus, museum juga menghadirkan pengalaman mengenai tata surya dan ruang angkasa, robotika, serta karya seni. Kolaborasi dengan FSRD ISI Surakarta juga telah dilakukan sejak pembukaan museum melalui pameran yang melibatkan program studi Seni Murni, Kriya, Desain Interior, dan Fotografi.

Konsep tersebut dinilai sejalan dengan pesan Astrid bahwa museum dapat menjadi ruang yang lebih dinamis dan tidak hanya berorientasi pada koleksi masa lalu.

“Kita ingin anak-anak muda memiliki ruang untuk belajar, berkreasi, dan menunjukkan kemampuan mereka. Karena itu, ruang seperti ini menjadi penting bagi perkembangan generasi muda,” katanya.

BACA JUGA  Jawa Tengah Jajaki Kerja Sama dengan Iran, Gubernur Ahmad Luthfi Bidik Transfer Teknologi dan Investasi

Kepada para finalis, Astrid menyampaikan selamat karena telah berhasil mencapai tahap akhir kompetisi. Ia meminta peserta tidak terlalu terbebani dengan hasil akhir.

“Tampilkan kemampuan terbaik. Tidak perlu terlalu memikirkan siapa yang akan menjadi juara. Fokus pada penampilan, nikmati prosesnya, dan berikan yang terbaik dari apa yang sudah dipersiapkan,” ucapnya.

Sebagai juri, Astrid mengatakan penilaian tentu akan mempertimbangkan kemampuan, kreativitas, teknik, dan kualitas penampilan. Namun, keberanian, karakter, serta semangat untuk terus berkembang juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang talenta.

Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk terus berlatih dan berkarya, terlepas dari hasil yang diperoleh dalam kompetisi.

“Jangan menjadikan hasil kompetisi sebagai akhir dari perjalanan. Jadikan pengalaman hari ini sebagai motivasi untuk terus berlatih, berkarya, dan mengembangkan potensi masing-masing,” katanya.

Astrid berharap Tahir Solo Museum Talent Show dapat terus dikembangkan sebagai wadah bagi lahirnya talenta muda yang kreatif, percaya diri, dan berkarakter, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda Surakarta untuk mengekspresikan diri. (Ariyanto)

Komentar