Gubernur Ahmad Luthfi Tekankan Budaya Integritas, Lakukan Gerakan Antikorupsi Hingga Desa dan Kota

Peringati Hakordia

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi kepada jajarannya untuk menekankan budaya integritas, supaya terhindar dari praktik korupsi.

Hal itu disampaikan saat acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Gedung Gradika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis, 4 Desember 2025.

banner 300x250

“Seperti disampaikan Pak Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK], kita membiasakan diri setiap hari sebagai hari antikorupsi,” katanya.

Ia juga meminta kepada kepala daerah kabupaten/kota di wilayahnya untuk memperluas gerakan antikorupsi dari desa hingga kota.

BACA JUGA  24 Kasus dan 40 Pelaku Diamankan Polisi Dalam Sehari, Termasuk Tukang Parkir Liar

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah korupsi. Bahkan, skor Monitoring Center Prevention (MCP) KPK untuk Pemprov Jateng pada 2024 tembus 90,8; nilai Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) di Jateng pada 2023–2024 mencapai 98,29 atau tertinggi nasional.

Selain itu, Jawa Tengah merupakan satu-satunya provinsi kategori “terjaga” dalam Indeks Integritas KPK dengan nilai 79,47. Selain itu, Jateng menjadi provinsi dengan desa antikorupsi terbanyak, yakni 113 desa di 29 kabupaten.

BACA JUGA  Expo KKN UPGRIS Memamerkan Hasil Produksi Khas Desa

Gubernur Luthfi juga meminta kepala daerah memperbesar gerakan antikorupsi dari desa hingga kota.

Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto mengapresiasi kinerja antikorupsi Jawa Tengah. Menurutnya, provinsi ini sudah berada di jalur yang tepat dalam memperkuat pencegahan korupsi.

“Jawa Tengah ini hasil MCP-nya cukup bagus,” kata Setyo.

BACA JUGA  PT Freeport Indonesia Akan Dikenakan Tarif Royalti

Ia memastikan proses survei MCP dilakukan objektif. Survei yang dilakukan kepada para pegawai, masyarakat, sampai para ahli. Ia menilai MCP bukan sekadar angka, tapi cerminan kinerja sebuah lembaga.

“Kalau ada yang kurang, ya diperbaiki. Yang sudah bagus, tingkatkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar komitmen antikorupsi tidak berhenti di seremoni. “Setiap hari harus jadi hari antikorupsi, bukan hanya 9 Desember,” katanya. (*)
Editor: Triantotus

Komentar