Hujan Ekstrem, Gubernur Jateng Luthfi Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta kepala daerah kabupaten/kota yang wilayahnya yang terdampak cuaca ekstrem, segera mengajukan asuransi gagal panen. Hal ini sebagai langkah perlindungan bagi petani.

Arahan itu disampaikan dalam agenda Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jateng 2026, di The Sunan Hotel, Kota Surakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

banner 300x250

Beberapa daerah yang terdampak hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir meliputi Kudus, Pati, dan Jepara. Banjir yang melanda di tiga daerah tersebut berdampak hingga ke lahan pertanian warga.

BACA JUGA  Polisi Sukoharjo Sisir Tempat Hiburan, Tes Narkoba 8 Pemandu Lagu dan Amankan Miras Ilegal di Mojolaban

Luthfi meminta pemerintah kabupaten setempat segera melaporkan luas lahan yang berpotensi gagal panen kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, untuk keperluan pengurusan asuransi.

“Pak Frans [Kadistanbun] nanti untuk Kudus, Pati, dan Jepara diminta segera ajukan terkait [asuransi] gagal panen,” ujarnya.

BACA JUGA  Stafsus Menteri Ddikbudristek Diperiksa Penyidik Jampidsus

Luthfi menegaskan, cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi tidak bisa dihindari. Namun, dampaknya tetap bisa ditekan melalui mitigasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah.

Luthfi menekankan pentingnya penguatan Standart operational procedure (SOP) dalam penanganan bencana di kabupaten/kota, termasuk kesiapan pemerintah daerah menetapkan status darurat, membentuk satuan tugas (satgas), dan memastikan dukungan logistik, serta layanan dasar bagi masyarakat terdampak.

Menurut Luthfi, pencapaian target ketahanan pangan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah provinsi secara mandiri, tapi butuh kolaborasi lintas wilayah dan lintas instansi.

BACA JUGA  Himpun 31.032 Liter Minyak Jelantah, Pemprov Jateng Raih Rekor MURI

“Tidak bisa dilakukan oleh gubernur seorang. Harus dengan [dukungan] para bupati/walikota,” katanya.

Sebagai informasi, kegiatan komitmen ketahanan pangan ini menjadi bagian dari upaya Jawa Tengah mewujudkan swasembada pangan 2026, termasuk pencapaian target produksi padi 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG). (*)
Editor: Triantotus

Komentar