Janggelan, Potensi Lokal yang Terlupakan: Dosen IPB Ajak Warga Desa Ngambarsari Bangkitkan Ekonomi dari Cincau

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] — Tanaman janggelan atau cincau ternyata menyimpan potensi besar untuk menggerakkan ekonomi rumah tangga. Melalui program Dosen Pulang Kampung, tim dosen dari IPB University menggelar diskusi interaktif bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Dadi Mulya II dan Dasawisma (Dawis) Dusun Tanggung, Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri.

Diskusi bertema “Menggali Potensi Janggelan untuk Penguatan Ekonomi Lokal” ini menghadirkan Sulassih, SP, MSi, ahli benih dan tanaman dari IPB University. Dia berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar budidaya janggelan, tanaman bahan baku utama pembuatan cincau hitam dan cincau jeli.

banner 300x250

“Janggelan cocok ditanam di wilayah seperti Ngambarsari. Tanaman ini punya nilai ekonomi cukup menjanjikan. Harga jual keringnya bisa mencapai Rp35.000 per kilogram,” ujar Sulassih dalam paparannya.

BACA JUGA  Gubernur Luthfi Optimis, Transaksi Solo Raya Great Sale 2025 Tembus Rp7 Triliun

Diskusi semakin menarik ketika peserta dikenalkan langsung dua jenis tanaman cincau, yakni cincau tegak dan cincau rambat, serta praktik metode stek batang dan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) untuk mendukung keberhasilan tanam.

Tak hanya seputar janggelan, diskusi juga berkembang ke teknik perbanyakan tanaman seperti okulasi, top working, hingga kultur jaringan, yang disambut antusias oleh para ibu KWT dan Dawis.

BACA JUGA  Ahmad Luthfi Ajak Kadin, CSR Bareng-Bareng Atasi Kemiskinan Ekstrem
Dosen inisiasi IPB Univercity, Dr Ir Ninuk Purnaningsih, MSi bersama petani cincau. (Portalika.com/Ist)

Kepala Desa Ngambarsari, Fitri Hanany, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan budidaya janggelan terbukti mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Masyarakat di bagian selatan desa kami [7 dusun, termasuk Dusun Sempu] yang telah membudidayakan janggelan, tingkat hidupnya terlihat lebih baik. Saya berharap melalui pelatihan ini, Janggelan dapat menyebar luas untuk masyarakat Ngambarsari, khususnya anggota KWT Dadi Mulya dan kelompok Dawis. Warga Dusun Tanggung, akan termotivasi untuk ikut mengembangkan janggelan di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang diketuai Dr Ir Ninuk Purnaningsih, MSi, yang mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai strategi peningkatan ekonomi desa. Peserta diskusi juga menerima bibit janggelan untuk ditanam di rumah masing-masing.

BACA JUGA  Mahasiswa Unisri Tingkatkan Keterampilan Dengan Magang Di Bank BTN Syariah Kantor Cabang Solo

“Saya senang sekali, bisa belajar tentang tanaman janggelan dan teknik perbanyakan. Dapat bibit juga, jadi bisa langsung praktik di rumah,” ujar Neni, salah satu peserta.

Dengan semangat belajar yang tinggi dan dukungan pemerintah desa, pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan ekonomi berbasis tanaman lokal di Desa Ngambarsari—dimulai dari pekarangan rumah, tumbuh menjadi sumber pendapatan keluarga. (*)

Editor: Triantotus

Komentar