Inovasi Pengolahan Lemon Skala Rumah Tangga, Peluang Baru untuk KWT di Dusun Tanggung

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] — Siapa sangka, buah lemon yang tumbuh subur di pekarangan warga bisa diolah menjadi produk bernilai jual tinggi dengan peralatan sederhana di rumah.

Pemanfaatan lahan dengan tanam buah lemon ini diperkenalkan oleh tim Dosen Pulang Kampung dari IPB University dalam pelatihan pengolahan lemon bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Dadi Mulya II di Dusun Tanggung, Desa Ngambarsari.

banner 300x250

Pelatihan dihadiri Fitri Hanany, Kepala Desa Ngambarsari dan Kepala Dusun Tanggung Pak Suyatno, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif pemberdayaan ibu-ibu desa melalui inovasi pengolahan hasil pertanian.

Kehadiran tokoh desa memberikan semangat tersendiri bagi para peserta yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

Dalam pelatihan tersebut, warga diperkenalkan pada teknik pengeringan lemon sebagai alternatif pengolahan yang hemat biaya dan cocok dilakukan secara bertahap dalam skala rumah tangga.

Metode ini menjadi solusi atas kendala produksi sari lemon dalam jumlah besar yang selama ini dihadapi oleh KWT.

“Kalau sari lemon harus dibuat banyak sekaligus, tapi lemon kering bisa diolah sedikit-sedikit, kapan pun ada waktu,” jelas Dr Ir Ninuk Purnaningsih, MSi, Ketua tim pengabdian IPB.

Portalika.com/Ninuk P

Menurutnya peserta diajak mempraktikkan cara mengiris lemon dan mengeringkannya menggunakan oven listrik, kipas angin, atau bahkan dijemur di malam hari dalam kondisi tertutup untuk menjaga kualitas warna dan aroma.

Diskusi interaktif pun muncul, termasuk ide membuat pengering sederhana berbasis kipas atau rak bambu.

“Ini cocok untuk kami para ibu rumah tangga. Bisa dikerjakan pelan-pelan, tapi tetap bernilai jual,” ungkap Sularmi, peserta dari KWT.

Hasil olahan berupa lemon iris kering dan serbuk lemon dipresentasikan di akhir sesi. Kedua produk ini memiliki nilai tambah tinggi sebagai bahan minuman herbal, infused water, atau campuran kosmetik alami.

Selain teknik pengolahan, peserta juga diajak berdiskusi mengenai strategi branding sederhana, seperti pembuatan logo, nama merek, dan kemasan yang menarik.

Anita Primaswari, SP, MSi, dari Sekolah Bisnis IPB juga memberikan arahan agar produk-produk olahan ini tidak hanya diolah, tetapi juga dipasarkan secara berkelanjutan dengan prinsip kewirausahaan sosial.

“Artinya, usaha ini dibangun bukan hanya untuk keuntungan pribadi, tapi bersama-sama dalam satu komunitas. KWT bisa mengembangkan unit bisnis kolektif, saling mendukung dan berbagi peran,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga, setiap peserta mendapatkan sampel lemon kering dan serbuk lemon hasil olahan pelatihan. Kegiatan ini ditutup dengan semangat dan harapan bahwa produk-produk lokal berbahan dasar lemon dapat menjadi identitas ekonomi baru Desa Tanggung, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga berbasis rumah tangga. (*)

Editor: Triantotus

Komentar