Portalika.com [SURAKARTA] – Pemerintah Kota Surakarta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, inklusif, dan transparan melalui pengembangan sekolah unggulan sekaligus pembukaan akses informasi hasil seleksi kepada masyarakat, Rabu, 3 Juni 2026.
Pernyataan itu disampaikan Walikota Surakarta, Respati bertepatan dengan pengumuman hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Program Kelas Unggulan.
Pada hari yang sama, Walikota Surakarta meninjau progres pembangunan dan renovasi ruang Program Kelas Unggulan di SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 Surakarta.
Pekerjaan yang didanai murni Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surakarta tersebut telah berjalan selama dua minggu dan ditargetkan selesai pada pertengahan Agustus 2026.
“Ini murni APBD. Pekerjaan baru berjalan dua minggu dan ditargetkan selesai pada pertengahan Agustus nanti,” ujar Walikota.
Walikota menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Surakarta serta Komisi IV DPRD Kota Surakarta yang telah mendukung penuh pengembangan Program Kelas Unggulan sebagai bagian dari transformasi pendidikan negeri di Kota Bengawan.
Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan dilakukan untuk meningkatkan kualitas sekolah negeri agar mampu bersaing dengan sekolah swasta, baik dari sisi sarana, lingkungan belajar, maupun mutu pendidikan.
“Sekolah negeri harus mampu memberikan fasilitas dan kualitas pendidikan yang terbaik bagi masyarakat. Karena itu, kami terus melakukan pembenahan dan peningkatan sarana pendidikan,” katanya.
Selain pembangunan ruang kelas unggulan, Pemerintah Kota Surakarta juga melakukan pemetaan kondisi bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Walikota telah meminta seluruh kepala sekolah untuk memprioritaskan penanganan fasilitas yang berpotensi mengganggu keselamatan peserta didik.
“Keselamatan anak-anak menjadi prioritas utama. Sekolah yang memiliki kerusakan berat harus segera ditangani,” tegasnya.
Pembangunan dan rehabilitasi sekolah dilakukan melalui berbagai sumber pendanaan, mulai dari APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK), hingga dukungan pemerintah pusat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi pendidikan negeri di Kota Surakarta.
Sejalan dengan pembangunan fasilitas, Walikota juga menegaskan bahwa hasil SPMB Program Kelas Unggulan akan dilaksanakan secara transparan. Pemerintah Kota Surakarta membuka ruang aduan, masukan, dan sanggahan dari masyarakat terkait hasil seleksi yang diumumkan hari ini.
“Kami akan membuka data seluas-luasnya. Hasil tes dan seluruh masukan yang masuk akan kami evaluasi. Masyarakat berhak mengetahui proses seleksi secara terbuka,” ujarnya.
Menurut Walikota, tingginya minat masyarakat terhadap Program Kelas Unggulan menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap kualitas pendidikan negeri di Kota Surakarta.
Program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan yang sama bagi siswa berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi.
Berdasarkan hasil seleksi, sejumlah peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu atau kelompok desil 1, 2, dan 3 berhasil diterima karena memiliki kemampuan akademik yang sangat baik.
“Anak-anak yang cerdas dan berbakat harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Pendidikan yang baik tidak selalu harus mahal. Pemerintah Kota Surakarta akan memastikan mereka tetap mendapatkan akses pendidikan terbaik,” kata Walikota.
Melalui penguatan sarana prasarana, pengembangan Program Kelas Unggulan, serta pelaksanaan SPMB yang transparan, Pemerintah Kota Surakarta berharap semakin banyak siswa berprestasi yang dapat mengembangkan potensinya melalui pendidikan negeri yang berkualitas, aman, dan berdaya saing. (Ariyanto)












Komentar