Ketua REI: Sekarang Waktu Tepat Beli Rumah

REI Solo Raya Gelar Expo

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Ketua Realestate Indonesia (REI) Komisariat Solo Raya, Oma Nuryanto mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pameran property tahunan REI Expo 2025. Pameran di Mal Paragon, Solo ini dijadwalkan digelar pada 30 Mei sampai 8 Juni 2025.

“Ini momen bagus saatnya untuk beli rumah. Kenapa, karena harga tetap bertahan, saat ini kita tidak menaikkan harga. Dan perbankan sekarang promonya juga lagi luar biasa,” kata dia dalam konferensi pers di Mon Kopi “Coffee and Eatery”, Mayang, Gatak, Sukoharjo, Jateng Jumat, 23 Mei 2025 sore.

banner 300x250

Dia menjelaskan pada Expo ini pihaknya akan menggelar banyak promo menarik. Di antaranya promo diskon harga, promo free Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), free biaya notaris dan pemberian hadiah seperti kulkas, AC dan sebagainya.

Diharapkan semua itu akan lebih merangsang konsumen untuk membeli barang jualannya waktu pameran REI Expo di Mal Paragon. Untuk REI Expo 2025 ini pihaknya mematok target penjualan Rp500 miliar.

Pada pameran ini pihaknya menyediakan 31 stan peserta pameran namun ternyata terjual 32 stan, karena animo peserta peminat banyak sekali. Dia optimistis target penjualan tercapai mengingat Bulan Juni ada Solo Great Sale (SGS) sehingga tamu dari luar kota diperkirakan akan banyak mengunjungi Kota Solo.

Apalagi juga ada dua long weekend berdekatan yakni mulai 29 Mei dan 6 Juni 2025 sehingga diyakini dua long weekend ini pengunjung Kota Solo akan ramai. Seperti awal long weekend Mei lalu kunjungan warga ke Kota Solo ramai sekali hingga okupansi hotel juga penuh.

“Kalau kamar-kamar hotel di Solo full otomatis larinya ke mal. Saya yakin acara REI Expo di Paragon tahun ini akan sukses. Tahun lalu closingnya banyak sehingga tahun ini diharapkan juga banyak lagi karena ada momen-momen long weekend, Solo Great Sale dan ada promo-promo penjualan sehingga diharapkan bisa mendongkrak penjualan,” papar dia.

Harga Rp400 Juta Jadi Incaran

Tambahan lagi, kata Oma, masih berlakunya free Pajak Penjualan (PPn) Biaya Transaksi Penjualan (BTP) hingga 100 persen sampai bulan Juni. Tapi mulai bulan Juli sampai Desember 2025 berlaku 50 persen free PPn BTP yang ditanggung pemerintah.

Terkait sejumlah kemudahan itu, dia menganggap menjadi moment kesempatan yang baik sekali bagi pengembang perumahan untuk mengadakan REI Expo di Mal Paragon. Dijadwalkan pameran akan dibuka Walikota Solo, Respati Ardi yang juga berasal dari keluarga pengembang Tiara Ardi yang dikelola almarhum ayahnya yaitu Haryanto.

Diharapkan pembukaan REI Expo juga dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusaat Realestate Indonesia (REI), Joko Suranto.

Menurut dia pada Expo tahun lalu dari target yang dipatok juga Rp500 miliar bisa terserap 80 persen closing atau sekitar 150 unit rumah. Untuk tahun ini harga rumah berkisar Rp200 juta sampai miliaran rupiah.

Namun dia mengakui untuk wilayah Kota Solo Raya mayoritas rumah yang laku di kisaran harga Rp400 juta hingga Rp500 juta. Mayoritas konsumen adalah keluarga muda anak satu dari pegawai BUMN, perbankan dan sebagainya.

Sedangkan lokasi favorit di Solo Raya, untuk kawasan selatan di Solo Baru, Gentan. Kawasan lainnya yang juga diminati ada di Kartasura, Colomadu, Mojosongo, Palur dan sebagainya.

Pilih Pengembang Berasosiasi Pemerintah

Di sisi lain Wakil Ketua Biang Organisasi REI Jateng, Anthony Hendro Prasetyo berharap seluruh lapisan masyarakat jika membeli rumah pada developer yang berasosiasi yang diakui pemerintah, contohnya REI. Karena dalam menyediakan rumah layak huni REI mempunyai legalitas dan mekanisme perizinan lengkap.

Dia mengungkapkan baru-baru ini di Karanganyar ada empat kasus developer yang tidak berasosiasi pemerintah harus berurusan dengan polisi dan akhirnya masuk penjara.

“Karena itu belilah rumah kepada pengembang yang mempunyai asosiasi yang diakui pemerintah,” tegas dia.

Dia menjelaskan bisnis properti dinilai banyak sekali mekanisme yang harus ditempuh. Mulai dari perizinan sampai ke penjualan.

Beberapa pekan lalu dia juga diberitahu teman, anaknya membeli rumah pada developer yang bukan anggota asosiasi pemerintah dan ternyata bermasalah secara legalitas. Akibatnya konsumen ini sudah membayar angsuran selama satu tahun tapi belum bisa menempati rumah.

Karena itu dia menganjurkan agar membeli rumah pada pengembang bonfide yang mempunyai asosiasi. Sebab setiap asosiasi pasti akan memberikan training tentang perizinan dan legalitas dengan benar. (Iskandar)

Komentar