Portalika.com [WONOGIRI] – Personel Reskrim Polres Wonogiri bergerak cepat meminta klarifikasi dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi peristiwa kebakaran Pasar Wonogiri. Sejumlah lima saksi telah diperiksa dan akan bertambah seiring keterangan para saksi.
Para saksi itu utamanya para Satpam Pasar Wonogiri dan orang-orang yang melihat kali pertama peristiwa untuk mengungkap penyebab kebakaran. Selain memeriksa saksi, satuan reskrim Polres Wonogiri juga akan menggunakan saintifik identifikasi.
Pernyataan itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sadewa mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo di kantornya, Senin, 6 Oktober 2025. Agung juga meminta Pemkab Wonogiri mengukur ulang kekuatan bangunan pasca kebakaran agar pedagang dan pembeli nyaman beraktifitas jual beli.
“Untuk saksi, sampai sekarang ini ada 3 sampai lima saksi untuk diminta keterangan dan nanti bisa berkembang dan bertambah dari hasil keterangan para saksi. Termasuk siapa yang kali pertama mengetahui titik api tersebut,” ujarnya.
Mengenai dugaan korsleting listrik perwira pertama ini mengatakan baru informasi awal. “Kami akan meminta Polda Jateng dan labfor untuk melakukan penyelidikan, mengungkap penyebab kebakaran. Perlu juga saintifik investigasi untuk mendapatkan data detail,” jelasnya.
Pada bagian lain, Iptu Agung menegaskan pihaknya akan memasang police line di titik-titik asal api. Kasat Reskrim mengimbau warga dan pedagang tidak menerobos police line agar tempat kejadian peristiwa (TKP) tidak rusak.
Kekuatan Bangunan Berkurang
Pada bagian lain, Iptu Agung mengatakan kekuatan dan strukturnya bangunan pasca kebakaran berubah. “Namanya bangunan yang sudah terbakar itu kan kita tidak tahu kekuatan bangunan tersebut seperti apa. Perlu dicarikan ahli khusus untuk bisa mengetahui kekuatan bangunan tersebut pascakebakaran, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dikemudian hari,” tandasnya.
Agung mengatakan tidak serta merta setelah dibersihkan bangunan bisa digunakan Kembali. “Struktur bangunan itu ada perubahan (setelah terbakar) atau tidak. Kami akan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan dimana pasar darurat.”
Terpisah, pedagang Pasar Wonogiri, Muchlas minta Pemkab Wonogiri bijaksana. “Kebakaran kali kedua ini membuat pedagang pasar terpuruk. Kami mohon Pak Bupati tidak menarik angsuran dan retribusi karena kondisi ekonomi pedagang kosong,”ujarnya
Dia juga mempertanyakan kenapa hidran air di lingkungan pasa tidak berfungsi saat terjadi kebakaran. “Perlu duduk bersama melakukan evaluasi dan mencari Solusi agar pedagang pasar Kembali berjualan. Segera dibangunan pasar darurat agar pedagang bisa menata tempat dan menghidupi keluarga dan karyawan,” ujarnya. (Triantotus)












Komentar