Luka Bakar Jangan Oleskan Pasta Gigi, Kecap atau Mentega ke Luka

Cross Festival 2026 PMI Surakarta

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] — Rangkaian Solo Red Cross Festival 2026 berakhir pada Kamis, 17 September 2026 di Solo Paragon Mall. Kegiatan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta ini dimulai sejak 15 September 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT PMI ke-81 sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai layanan PMI Kota Surakarta kepada masyarakat serta menguatkan semangat kepedulian dan kemanusiaan.

banner 300x250

Memasuki hari ketiga sekaligus hari terakhir, kegiatan diawali dengan Workshop Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan kegawatdaruratan. Workshop ini menghadirkan dua narasumber, yaitu dr Fionalita dan dr Nann Zahroh.

Materi workshop memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai langkah-langkah pertolongan pertama serta penanganan kondisi kegawatdaruratan.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Peserta secara aktif mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber, sehingga kegiatan berlangsung interaktif dan peserta dapat memperdalam pemahaman terkait materi yang diberikan.

“Jika terkena luka bakar tidak dianjurkan untuk mengoleskan pasta gigi, kecap, atau mentega ke lukanya seperti yang dikatakan orang jaman dulu. Itu semua mitos ya, sama sekali tidak membantu penyembuhan malahan dapat menyebabkan iritasi kulit dan membuat penanganan medis berikutnya lebihFionalit ujar dokter Fionalita.

Untuk luka bakar ringan, jelasnya, cukup aliri dengan air bersih mengalir selama sekitar 20 menit. Setelah itu, tutup longgar dengan kasa steril atau non-stick dressing dan jangan memecahkan lepuhan yang terbentuk.

“Jika luka bakarnya luas dan dalam sebaiknya segera diperiksakan ke dokter atau fasilitas kesehatan terderkat,” tandasnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi aplikasi layanan ambulans PMI yang disampaikan oleh Riki Mirzam Abdurrozaq. Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan informasi mengenai layanan ambulans PMI dan pemanfaatan aplikasi sebagai sarana untuk mengakses layanan tersebut.

Para peserta tampak aktif menyimak materi yang disampaikan hingga kegiatan berlangsung. Di hari terakhir ini, PMI Kota Surakarta juga tetap membuka donor darah massal yang berlangsung mulai pukul 10.00–16.00 WIB.

Kegiatan donor darah menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan masyarakat dalam mendukung pelayanan kemanusiaan PMI, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. (Ariyanto)

Komentar