Portalika.com [SRAGEN] — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 63 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Gebang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen melalui program kerja individu yang dijalankan oleh Salsa Putri Nabila.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 6 Agustus 2026 tersebut mengusung program Pendampingan Pembuatan Logo Produk dan Strategi Pemasaran Digital bagi Pelaku UMKM Desa Gebang dengan fokus pada penguatan identitas usaha, pembuatan media promosi, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran.
Program yang bergerak pada bidang pemberdayaan masyarakat, ekonomi kreatif, dan digitalisasi ini dilaksanakan sebagai upaya untuk membantu pelaku UMKM Desa Gebang dalam meningkatkan tampilan dan identitas usahanya agar lebih dikenal oleh masyarakat.
Pendampingan dilakukan secara langsung dan berbasis praktik, sehingga hasil kegiatan dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan promosi dan pemasaran produk.
Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah pembuatan logo produk sebagai identitas visual usaha. Logo dirancang dengan menyesuaikan karakteristik dan jenis produk yang dimiliki pelaku UMKM.
Pemilihan bentuk, tipografi, serta unsur visual diperhatikan agar menghasilkan identitas yang sederhana, menarik, dan mudah dikenali. Keberadaan logo diharapkan dapat memberikan ciri khas pada produk sekaligus membangun kesan usaha yang lebih tertata dan profesional.
Selain pembuatan logo, mahasiswa juga memberikan pendampingan dalam pembuatan banner sebagai media promosi usaha. Banner dirancang dengan memuat informasi penting mengenai produk dan usaha, disertai tampilan visual yang menarik dan mudah dipahami.
Media tersebut dapat digunakan oleh pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat secara langsung maupun sebagai bagian dari materi promosi digital.
Penguatan pemasaran juga dilakukan melalui pembuatan akun Instagram bagi pelaku UMKM. Pembuatan akun ini menjadi salah satu langkah awal dalam membangun keberadaan usaha di media digital.
Pelaku UMKM diberikan pendampingan dalam mengatur profil usaha, menampilkan identitas produk, mengunggah foto produk, serta menyusun konten sederhana yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen.
Tidak berhenti pada pembuatan akun, mahasiswa juga memberikan praktik mengenai cara mengedit foto produk agar tampilan produk lebih menarik ketika digunakan sebagai materi promosi.
Pelaku UMKM diperkenalkan pada teknik dasar seperti mengatur pencahayaan, menyesuaikan ukuran foto, memperbaiki komposisi, dan menambahkan elemen visual yang diperlukan. Keterampilan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha membuat materi promosi secara mandiri dan konsisten.
Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan logo, banner, dan akun Instagram, tetapi juga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat terus diterapkan oleh pelaku UMKM setelah program KKN selesai.
Dengan demikian, pendampingan tidak berhenti pada pemberian hasil desain, melainkan turut mendorong kemandirian pelaku usaha dalam mengelola identitas dan media pemasaran produknya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Kelompok 63 Unisri berupaya mendorong pelaku UMKM Desa Gebang untuk melihat pentingnya identitas produk dan pemasaran digital dalam perkembangan usaha.
Produk yang memiliki identitas yang jelas, didukung media promosi yang informatif, serta dipasarkan melalui media sosial memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM Desa Gebang untuk mengembangkan pemasaran yang lebih terarah dan mengikuti perkembangan teknologi.
Dengan memanfaatkan logo sebagai identitas, banner sebagai media promosi, Instagram sebagai kanal pemasaran, serta keterampilan editing foto produk, pelaku UMKM diharapkan mampu mengelola kebutuhan promosi secara lebih mandiri dan berkelanjutan.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 63 UNISRI, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat Desa Gebang.
Melalui pendampingan yang bersifat praktis dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan selama pelaksanaan KKN, tetapi juga dapat terus digunakan dalam perkembangan usaha ke depannya. (*)
Editor: Suryono












Komentar