Portalika.com [WONOGIRI] – Wakil Bupati Wonogiri sekaligus Wakil Ketua Satgas MBG Wonogiri, Imron Rizkyarno, mengaku telah menerima informasi dugaan keracunan murid dan guru di SMPN 1 Jatisrono, Kabupaten Wonogiri.

Menurutnya, Satgas MBG melalui Dinkes Wonogiri disebut akan memeriksa sampel makanan dari SPPG yang bersangkutan. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dinilai penting untuk memastikan ada tidaknya kontaminasi mikroba atau faktor lain.
Hasil uji menjadi dasar yang objektif agar kesimpulan tidak bertumpu pada dugaan yang beredar di masyarakat. Hingga kini, dugaan keracunan itu masih menunggu pembuktian ilmiah.
Diperoleh informasi, ratusan murid dan guru SMPN 1 Jatisrono, Kabupaten Wonogiri dikabarkan menderita dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG), Senin, 26 Oktober 2026.
Penyebab pastinya hingga berita ini ditulis belum dapat dipastikan. Anggota Persatuan Jurnalis Wonogiri (PJW) dalam investigasi mendapatkan informasi gejala itu mulai dirasakan pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Sumber dari lingkungan sekolah yang meminta identitasnya dirahasiakan menuturkan, pada hari itu banyak siswa tidak masuk sekolah. Sejumlah guru juga mengajukan izin karena kondisi tubuh tidak fit.
“Informasinya ada belasan guru yang izin tidak masuk di hari itu. Siswa sama guru ada 300-an,” ujarnya, Sabtu, lalu.
Mereka mengeluhkan mual, nyeri perut, hingga diare. Sampai berita ini disusun, belum ada kepastian apakah ada siswa atau guru yang harus menjalani rawat inap.
Forkompimcam Jatisrono bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri melakukan penelusuran awal untuk mengungkap penyebab ratusan siswa dan guru tidak masuk sekolah akibat dugaan keracunan MBG tersebut.
Meski investigasi berjalan, sumber yang sama menyatakan penyebabnya belum jelas. Satgas MBG juga disebut telah bergerak.
Sampel menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Ngrandu, Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono telah diambil untuk diperiksa.
“Menunya yang disampaikan ayam bakar, dibagikan Kamis, 22 Oktober 2026,” kata sumber tersebut.
Pengelola SPPG sekolah tersebut belum bisa dikonfirmasi. (Triantotus/*)











Komentar