Portalika.com [SURAKARTA] — The Sunan Hotel Solo kembali melakukan inovasi kuliner menarik yang memadukan kelezatan tradisi dengan teknik penyajian modern.
Kali ini, hotel kenamaan di Kota Solo tersebut meluncurkan Tengkleng Bakar Bambu, sebuah sajian kuliner khas Solo yang diolah dengan cara unik untuk memberikan pengalaman bersantap yang berbeda dari biasanya.
General Manager The Sunan Hotel Solo, RM Azmi mengatakan tengkleng yang selama ini dikenal dengan cita rasanya yang gurih, kaya rempah, dan menggugah selera, kini dimasak menggunakan bumbung bambu.
Seluruh bahan pilihan dimasukkan ke dalam bumbung bambu, menghasilkan aroma khas bambu yang berpadu sempurna dengan bumbu rempah serta sensasi bakaran yang khas.
Daya tarik utama dari menu ini tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada proses penyajiannya yang interaktif. Saat pesanan tiba, tengkleng panas dituangkan langsung dari dalam bambu ke mangkuk tamu.
Proses visual ini menciptakan aroma harum rempah yang langsung menyeruak, memberikan daya tarik tersendiri bagi para pencinta kuliner maupun generasi masa kini.
RM Azmi menjelaskan inovasi ini merupakan bentuk kreativitas hotel dalam mengemas kuliner tradisional agar semakin diminati oleh berbagai kalangan.
“Tengkleng merupakan bagian dari kekayaan kuliner Solo yang sangat dekat dengan masyarakat. Kami mencoba memberikan sentuhan baru melalui proses memasak menggunakan bambu dan cara penyajian yang menjadi pengalaman tersendiri bagi tamu, tanpa menghilangkan karakter rasa tengkleng itu sendiri,” ujar dia kepada awak media di The Sunan Hotel Solo, Rabu, 9 September 2026.
Bagi masyarakat Solo maupun wisatawan yang ingin mencicipi kelezatan menu spesial ini, Tengkleng Bakar Bambu dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp78.000 net per porsi.
Wedangan dan Barbeque
Kehadiran Tengkleng Bakar Bambu merupakan bagian dari rangkaian program culinary experience The Sunan Hotel Solo. Selain menu baru ini, hotel juga rutin memanjakan para tamu melalui program Wedangan Sunan serta Barbeque Dinner di area outdoor tepi kolam renang.
Tidak hanya berfokus pada dunia kuliner, The Sunan Hotel Solo juga mengusung gaya hidup sehat melalui program wellness. Pada 27 September 2026 mendatang, hotel ini akan menghadirkan Sunan Hatha Yoga.
Menurut dia konsep wellness yang diusung tidak hanya sebatas kesehatan fisik dan mental, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Terlebih dengan adanya insiden kebakaran di kawasan TPA Putri Cempo beberapa waktu lalu, kesadaran lingkungan menjadi hal yang semakin krusial bagi semua pihak.
Sebagai wujud tanggung jawab sosial, The Sunan Hotel Solo turut mengambil peran melalui aksi nyata seperti pemilahan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengelolaan sisa makanan (food waste), serta menjaga kebersihan dan kelestarian area hijau di lingkungan hotel.
Melalui rangkaian inovasi kuliner lewat Tengkleng Bakar Bambu serta program wellness yang berkelanjutan, The Sunan Hotel Solo terus berkomitmen menghadirkan pengalaman hospitality berkarakter yang dekat dengan budaya lokal sekaligus relevan dengan gaya hidup modern. (Iskandar)












Komentar