Portalika.com [KARANGANYAR] – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Solo, Kelompok 102 dari Fakultas Hukum menggelar sosialisasi keselamatan lalu lintas di Dusun Tanon Kidul, Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Acara ini bertujuan mengajak seluruh warga, khususnya anggota Karang Taruna, untuk lebih peduli terhadap keselamatan berkendara di jalanan desa.
“Mungkin sebagian dari kita merasa bahwa kecelakaan lalu lintas itu adalah hal yang jauh. Namun, kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, bahkan di jalanan dusun kita yang terlihat aman,” ujar Rafiq Athaya, mahasiswa KKN dari Program Studi Ilmu Hukum.
“Satu kelalaian kecil dapat berakibat fatal, tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi keluarga yang kita cintai,” sambungnya.
Dalam sosialisasi tersebut, tim KKN Unisri Kelompok 102 diinisiasi oleh Rafiq Athaya dibawah bimbingan Prof Dr Bambang Ali Kusumo, SH, MHum selaku Dosen Pembimbing Lapangan menyoroti beberapa poin penting yang seringkali dianggap sepele, di antaranya:
1. Pentingnya Penggunaan Helm. Helm bukan hanya sekadar pelengkap agar terhindar dari tilang polisi. Lebih dari itu, helm adalah alat pelindung kepala yang vital. Menggunakan helm yang sesuai standar dapat mengurangi risiko cedera kepala serius hingga 70% saat terjadi benturan.
2. Cek kendaraan sebelum berangkat, sebelum bepergian, biasakan untuk memeriksa kondisi kendaraan. Pastikan rem berfungsi dengan baik, ban tidak gundul, serta lampu sein, lampu depan, dan lampu rem menyala. Kondisi kendaraan yang prima adalah kunci untuk menghindari kecelakaan.
3. Etika Berkendara, keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Dengan mematuhi rambu lalu lintas sederhana, tidak mengebut, serta menghargai pengguna jalan lain seperti pejalan kaki dan anak-anak, kita turut menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman untuk semua warga Dusun Tanon Kidul.
Acara sosialisasi ini disambut antusias para peserta. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan keselamatan lalu lintas dapat menjadi budaya yang terus diterapkan oleh seluruh warga Dusun Tanon Kidul.
“Mari kita jadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Dengan begitu, kita bisa melindungi diri dan orang-orang yang kita sayangi,” ujar Rafiq Athaya dalam pemaparannya. (Khanza Haryati/*)
Editor: Triantotus












Komentar