Portalika.com [SUKOHARJO] – Tim Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menghadirkan edukasi keselamatan perkeretaapian kepada masyarakat sejak usia dini melalui program Safety Rangers Goes to School. Kegiatan kali ini dilaksanakan di SDN 5 Gayam, Sukoharjo, Selasa, 8 September 2026.
Kegiatan diikuti sekitar 80 siswa, terdiri dari siswa sekolah dasar sebanyak 50 siswa dan taman kanak-kanak sebanyak 30 siswa.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menyampaikan, melalui kegiatan ini, KAI Daop 6 memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya keselamatan di sekitar jalur dan perlintasan kereta api.
Materi yang disampaikan meliputi edukasi keselamatan saat berada di perlintasan sebidang, larangan beraktivitas di jalur kereta api, serta pengenalan terhadap ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
“Kami berusaha agar pesan keselamatan lebih mudah dipahami oleh anak-anak kegiatan sosialisasi dikemas secara edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang lebih menyenangkan, saat sosialisasi tim Daop 6 menggunakan topeng karakter super hero yang di gemari oleh anak-anak, selain itu kami juga menghadirkan pendongeng yang menyampaikan pesan-pesan keselamatan dengan cara yang dekat dengan dunia anak,” ujar Feni.
Feni mengatakan keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu ditanamkan sejak usia dini.
“Keselamatan di perkeretaapian bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, melalui Safety Rangers Goes to School, kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak sejak dini bahwa kereta api memiliki jalur dan ruang operasional yang harus dihormati dan dijaga bersama,” ujar Feni.
Menurut Feni, anak-anak merupakan bagian penting dalam menyebarluaskan pesan keselamatan. Edukasi yang diterima di sekolah diharapkan dapat menjadi pengingat untuk diri sendiri dan disampaikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya memahami aturan keselamatan untuk dirinya sendiri, tetapi juga dapat menjadi agen keselamatan kecil di lingkungan sekolah dan keluarga. Kami juga berharap para siswa mulai paham tentang bahaya bermain disekitar jalur rel kereta api apalagi sampai melakukan aksi-aksi yang membahayakan perjalanan kereta api,” tambahnya.
KAI Daop 6 Yogyakarta juga mengajak para siswa untuk mencintai kereta api dengan cara yang benar, yakni dengan menjaga kebersihan, tidak melakukan vandalisme, serta ikut menjaga lingkungan perkeretaapian agar tetap aman.
Melalui Safety Rangers Goes to School, KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk terus memperluas edukasi keselamatan kepada berbagai lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.
Edukasi sejak dini diharapkan dapat membentuk budaya keselamatan yang kuat sehingga tercipta kesadaran bersama untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat.
“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan pemahaman bahwa kereta api adalah moda transportasi yang harus kita dukung dan cintai bersama. Caranya sederhana, mulai dari disiplin mematuhi aturan, menjaga lingkungan perkeretaapian, dan selalu mengutamakan keselamatan,” tutup Feni. (Ariyanto)












Komentar