Hari Ketujuh, Tim Terus Lakukan Pembasahan dan Injeksi Gas di Lokasi Kebakaran TPA Putri Cempo

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] — Penanganan tanggap darurat bencana kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo memasuki hari ketujuh pada Selasa, 8 September 2026. Tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman, pembasahan, serta pengendalian titik rawan api di sejumlah zona terdampak.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo, menjelaskan monitoring dan penanganan dilakukan di area TPA Putri Cempo seluas sekitar 17 hektare yang terbagi menjadi Blok A, B, C, dan D. Dari sejumlah blok tersebut, Blok B, C, dan D terdampak kebakaran dan saat ini menjadi fokus penanganan tim tanggap darurat.

banner 300x250

Di Blok C, ujarnya, kondisi kebakaran telah terkendali oleh tim pemadam kebakaran. Meski demikian, proses pembasahan tetap dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Sementara itu, di Blok D, pembasahan terus dilakukan pada sejumlah titik yang masih memerlukan penanganan dan menunjukkan perkembangan signifikan.

Untuk Blok B bagian timur, tim masih melakukan penanganan di jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Kondisi medan di kawasan tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam proses penanganan kebakaran.

Selain pemadaman dan pembasahan, katanya, pada hari ketujuh dilakukan treatment di Zona C dan D melalui injeksi untuk mengeluarkan gas metana (CH₄). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko terbentuknya kembali titik api akibat akumulasi gas di dalam timbunan sampah.

Sementara itu, di Zona B, tim melakukan pembukaan jalur agar dapat menjangkau area yang masih memerlukan penanganan. Medan di Zona B yang cukup curam menjadi salah satu kendala sehingga pembukaan akses menjadi bagian penting untuk mempercepat proses penanganan.

Dukungan water bombing dari Polda Jawa Tengah untuk sementara dihentikan. Meski demikian, monitoring terhadap kondisi kebakaran di TPA Putri Cempo terus dilakukan secara berkala untuk mengetahui perkembangan situasi dan menentukan langkah penanganan berikutnya.

Dalam rangka pengendalian kondisi TPA, lalu lintas masuk sampah masih dibatasi. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kondisi dan kebijakan operasional akan disampaikan secara berkala.

Tim tanggap darurat kebakaran TPA Putri Cempo terus melakukan penanganan secara maksimal dan berupaya mempercepat proses pengendalian. Namun, pelaksanaan di lapangan masih dipengaruhi sejumlah faktor, terutama kondisi medan, cuaca, serta ketersediaan pasokan air yang berkontribusi terhadap kelancaran proses pemadaman dan pembasahan.

Di sisi lain, operasional dapur umum sementara dihentikan karena sedang dalam proses pemindahan untuk mendukung pelayanan bagi para pengungsi di Desa Plesungan. Penanganan kebakaran dan dukungan terhadap masyarakat terdampak terus dikoordinasikan sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Pemerintah dan tim tanggap darurat akan terus melakukan monitoring serta penanganan di kawasan TPA Putri Cempo guna mengendalikan potensi titik api dan mengurangi risiko kebakaran kembali. (Ariyanto)

Komentar