Rektor ISI Solo Kukuhkan Lulusan Baru: Seniman Muda Dituntut Jadi Agen Perubahan Sosial di Era Digital

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] — Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta/Solo, Jateng kembali menggelar prosesi wisuda yang menandai kelulusan para sarjana, sarjana terapan, magister, dan doktor.

Bertempat di Pendhapa Ageng kompleks ISI Kentingan, Solo yang sarat akan makna budaya, Kamis 15 Oktober 2026, momen istimewa ini bukan sekadar penanda akhir perjalanan akademik, melainkan titik awal pengabdian nyata bagi para lulusan di tengah masyarakat.

banner 300x250

Dalam pidatonya, Rektor ISI Solo, Dr Bondet Wrahatnala, SSos, MSn, menegaskan para wisudawan tidak hanya dibekali teknik, estetika, dan keterampilan artistik semata. Lebih dari itu, mereka dikukuhkan sebagai insan seni yang telah ditempa secara intelektual, emosional, dan kultural untuk membaca dinamika sosial yang terus berkembang.

Menurut dia di era modern yang diwarnai oleh krisis identitas budaya, disrupsi teknologi, polarisasi sosial, hingga degradasi nilai, lulusan ISI Solo didorong untuk mengambil peran strategis. Seni dinilai memiliki kekuatan unik yang mampu menyentuh hati ketika logika tidak lagi cukup, serta menjadi jembatan pemersatu di tengah kuatnya arus konflik.

“Saudara semua adalah agent of change di tengah masyarakat. Saudara-saudara adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan, penerjemah nilai-nilai budaya ke dalam bahasa zaman, dan penggerak kesadaran sosial melalui ekspresi artistik,” pesan dia di hadapan para wisudawan.

Menurutnya perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari hal yang masif. Para lulusan diajak untuk memulai langkah konkrit dari lingkungan terdekat, seperti membawa seni ke sekolah-sekolah, desa, ruang publik, hingga kelompok marginal.

BACA JUGA  Muzammil: PKS Miliki 3 Kekuatan Utama dan Bangun K2P2

Selain itu, kata dia, para wisudawan juga diingatkan untuk tidak takut bereksperimen, berkolaborasi lintas disiplin, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.

Teknologi digital hendaknya dipandang sebagai medium baru untuk memperluas jangkauan karya, memperkenalkan budaya lokal ke panggung global, serta menciptakan ekosistem kreatif yang berkelanjutan. Kendati demikian, akar budaya dan kearifan lokal harus senantiasa dijaga sebagai jiwa dan kekuatan utama.

Lebih lanjut dikatakannya, ukuran kesuksesan seorang lulusan seni tidak hanya diukur dari pencapaian posisi atau materi, melainkan seberapa besar dampak positif yang diberikan kepada masyarakat. Apakah karya yang dihasilkan mampu menggerakkan perubahan dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan sosial.

Menutup rangkaian pesan motivasi bagi para wisudawan, disampaikan tiga pesan penting, yakni tetaplah berkarya dan jangan berhenti mencipta, karena di situlah jati diri seorang seniman berada. Tetaplah belajar, sebab dunia terus berubah dan menuntut pertumbuhan yang berkelanjutan dan tetaplah peduli, karena seni tanpa empati hanyalah sebuah ruang estetika yang kosong.

Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan kepekaan yang telah ditempa selama masa kuliah, para lulusan ISI Surakarta diharapkan mampu menjadi inspirator, penggerak budaya, serta penjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Desain Komunikasi Visual Dominasi Wisuda

Diperoleh data bahwa mereka yang diwisuda dari lulusan program sarjana, sarjana terapan, magister, dan doktor pada periode II tahun 2026 seperti yang telah disahkan dalam keputusan rektor nomor 567/IT6.1/WA.00.00/2026 adalah 532 wisudawan.

BACA JUGA  Mahasiswa KKN Ingatkan Dampak Penggunaan Gadget Bagi Kesehatan Mental Bagi Siswa SDN Catur

Mereka di antaranya wisudawan program studi (Prodi) di Luar Domisili (PDD) ISI Solo Embrio Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Sulawesi Selatan sejumlah 6 wisudawan yang terdiri atas 3 wisudawan Prodi Film dan Televisi, 1 wisudawan Prodi Desain Interior, dan 2 wisudawan Prodi Teater.

Perolehan IPK rata-rata 3,69 masa studi maksimal 9 semester untuk program sarjana, perolehan IPK rata-rata 3,81 dengan masa studi maksimal 9 semester untuk program sarjana terapan, perolehan IPK rata-rata 3,84 dengan masa studi maksimal 4 semester untuk program magister, dan IPK rata-rata 3,89 dengan masa studi maksimal 8 semester untuk program doktor.

“Kepada para wisudawan yang meraih predikat cumlaude saya ucapkan selamat atas prestasinya dalam menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia Surakarta,” tegas Bondet.

Wisudawan terbaik berdasarkan IPK dan masa studi untuk masing-masing program studi sejumlah 15 wisudawan, adalah sebagai berikut;

  1. Utsha Dhama Suri (Seni Karawitan, 3,94 lama 3 tahun 10 bulan)
  2. Ade Ksatria Wanadri (Etnomusikologi, 3,73 lama 3 tahun 9 bulan)
  3. Ferdi Ananta Riandrigosa (Seni Pedalangan, 3,83 lama 3 tahun 9 bulan)
  4. Bunga Wardatun Nissa (Teater, 3,81 lama 3 tahun 10 bulan)
  5. Risgika Dila Pratiwi (Tari, 3,88 lama 3 tahun 8 bulan)
  6. Nikita Noviyanti (Kriya, 3,73 lama 3 tahun 9 bulan)
  7. Haidar Ghazy Arkan (Film dan Televisi, 3,86 lama 3 tahun 8 bulan)
  8. Risco Herlambang Puruhita (Seni Murni 3,88 lama 3 tahun 9 bulan)
  9. Morrsita Syaputri (Desain Interior,3,87 lama 3 tahun 9 bulan
  10. William Setiawan (Desain Komunikasi Visual, 3,97 lama 3 tahun 9 bulan(
  11. Hessa Rangga Suryadi (Fotografi, 3,79 lama 3 tahun 9 bulan)
  12. Amanda Chandra Maharani (Desain Mode Batik, 3,95 lama 3 tahun 9 bulan)
  13. Dimas Ismi Aulia (Senjata Tradisional Keris, 3,38 lama 6 tahun 0 bulan)
  14. Arif Nur Setiawan (Seni Program Magister, 3,97 lama 1 tahun 10 bulan)
  15. Irwan Sarbeni (Seni Program Doktor, 3,93 lama 3 tahun 9 bulan)
BACA JUGA  Sosialisasi Dan Pelatihan Pembuatan Tepung Mocaf Dan Soft Cookies Mocaf Oleh Mahasiswa KKN Kelompok 39 Di Desa Sambirejo

Masa studi wisudawan tercepat untuk program sarjana adalah 3 tahun 6 bulan, program sarjana terapan adalah 3 tahun 9 bulan, program magister 1 tahun 7 bulan, dan program doktor 2 tahun 11 bulan.

Perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi wisudawan program sarjana 3,97; program sarjana terapan 3,95; program magister 3,97, dan program doktor 3,93.

Jumlah lulusan Ahli Madya, Seniman Karawitan, Sarjana Seni, Sarjana Terapan Seni, Magister, dan Doktor dihitung semenjak masih berstatus Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Surakarta, Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta, dan ISI Surakarta, adalah sebanyak 10.025 orang.

Pada bagian lain, suasana wisuda di Pendapa GPH Joyokusumo ISI Solo, Kampus Kentingan berlangsung semarak. Mereka yang diwisuda tidak mengenakan toga seperti layaknya wisuda perguruan tinggi pada umumnya.

Para wisudawan mengenakan busana adat Jawa dan mengenakan blangkon bagi laki-laki. Sedangkan untuk wisudawati atau yang perempuan mengenakan kebaya dan jarik juga tanpa toga. Sebelumnya mereka dihibur dengan tari-tarian taradisional dengan iringan gamelan komplet. (Iskandar)

Komentar