Pemanfaatan Limbah Galon Untuk Membuat Pot Di SDN Ngelo Jatiroto, Inovasi Dan Edukasi Lingkungan

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ngelo, Kecamatan Jatiroto,  Kabupaten Wonogiri, sebuah langkah inovatif dalam pendidikan lingkungan dilakukan. Sekolah ini telah memanfaatkan limbah galon air mineral, yang biasanya dibuang begitu saja, untuk membuat pot tanaman.

Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada pengelolaan limbah, tetapi juga mengajarkan siswa tentang pentingnya daur ulang dan keberlanjutan. Brian Hasiran, mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar ( PGSD), Unisri Solo peserta KKN PPM, menjelaskan langkah pertama yakni pengumpulan limbah.

banner 300x250

Proses dimulai dengan pengumpulan galon air mineral bekas dari siswa, guru dan masyarakat sekitar. Galon-galon dikumpulkan dan dibersihkan dengan hati-hati untuk memastikan bahwa tidak ada sisa bahan kimia atau kontaminan lain yang dapat memengaruhi tanaman.

Baca juga: Mahasiswa KKN Unisri Mengenalkan Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling Di SMPN 2 Jatiroto

Kemudian langkah kedua, proses pembuatan pot. Yakni setelah dibersihkan, galon-galon tersebut dipotong dan dibentuk menjadi pot-pot tanaman. Siswa dilibatkan langsung dalam proses ini, menggunakan alat sederhana untuk memotong dan melubangi bagian bawah galon agar air bisa mengalir dengan baik. Guru membimbing siswa untuk memastikan bahwa pot yang dihasilkan berfungsi dengan baik dan estetis.

Portalika.com/Ist

Langkah ketiga, ujarnya, penanaman dan perawatan. Pot-pot yang telah dibuat kemudian diisi dengan tanah dan tanaman. Siswa diberi tugas untuk merawat tanaman tersebut, mulai dari penyiraman hingga pemupukan. Aktivitas ini tidak hanya mengajarkan mereka tentang bertani, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

Brian menyatakan inisiatif ini memberikan manfaat ganda. Pertama, dengan memanfaatkan limbah galon air mineral, SDN Ngelo Jatiroto berkontribusi pada pengurangan sampah dan pencemaran lingkungan. Kedua, kegiatan ini menjadi sarana edukasi yang efektif. Siswa belajar mengenai pentingnya daur ulang, keberlanjutan, dan menjaga lingkungan melalui praktik langsung.

Selain itu, proyek ini mendorong kreatifitas dan kerja sama di antara siswa. Mereka belajar untuk bekerja dalam tim, memecahkan masalah praktis, dan melihat hasil dari usaha mereka. Sekolah juga mendapatkan pengakuan atas komitmennya terhadap keberlanjutan dan pendidikan lingkungan.

Portalika.com/Ist

“Pemanfaatan limbah galon air mineral menjadi pot di SDN Ngelo Jatiroto adalah contoh inspiratif bagaimana sekolah dapat mengintegrasikan pendidikan lingkungan dengan kegiatan praktis,” jelasnya.

Inisiatif ini tidak hanya mengatasi masalah limbah, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar siswa dan memperkuat kesadaran mereka tentang tanggung jawab lingkungan. Dengan terus mendorong kreativitas dan inovasi, SDN Ngelo Jatiroto menunjukkan bahwa perubahan positif dapat dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana. (*)

 

Penulis: Brian Hasiran, mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unisri Solo

Editor: Heris

Komentar