Portalika.com [JAKARTA] – Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri mengikuti Sarasehan Ekonom Islam Indonesia, Kamis kemarin di Hotel Sahid Jakarta. Ketiga dosen Staimas yang hadir yaitu Ketua Staimas Wonogiri, Atik Nurfatmawati, Kaprodi Ekonomi Syariah (ES), Makhda Intan Sanusi dan dosen Prodi ES, Mutia Azizah Nuriana.
Kegiatan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dibuka Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Menteri Bidang Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Sri Mulyani yang juga Ketua Umum IAEI 2020 – 2025 menekankan sinergi tidak hanya menciptakan konsep keadilan tetapi juga didasari nilai nilai Islam seperti amanah, fathonah dan sidik.
Di mana dengan nilai Islam menjadi sumber inspirasi tidak terputus dalam membangun sistem ekonomi yang inklusif menjadikan realitas yang menjadikan kemakmuran yang bisa disarankan semua pihak.
“IAEI memiliki peran penting dalam mewujudkan sistem ekonomi yang membawa keberkahan bagi semua. IAEI diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan infrastruktur bangsa. Islam tidak hanya mengatur aspek ketuhanan, tetapi juga nilai-nilai ekonomi yang harus diterapkan untuk kemaslahatan umat,” terang Sri Mulyani.
Sedangkan, Menko Airlangga menyampaikan kontribusi sektor Ekonomi Syariah terhadap produk Domestik Bruto (PDB) sekarang mencapai 46,71 persen di tahun 2024 di sektor makanan dan minuman halal sebagai penyumbang terbesar. Airlangga menyampaikan juga peran strategis pemerintah dalam mendorong sertifikasi halal gratis untuk UMKM supaya upaya membuka akses pembiayaan Syariah.
Atik berharap Staimas bisa berkontribusi membumikan ekonomi Islam dan IAEI menjadi jembatan untuk bersinergi dengan pusat.
Kaprodi Ekonomi Syariah sekaligus Ketua Komisariat IAEI STAI Mulia Astuti Wonogiri, Makhda Intan Sanusi, menyampaikan kegiatan ini menjadi momen strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.
“Kami melihat peran IAEI sangat krusial dalam menjembatani antara akademisi, regulator dan pelaku usaha untuk bersama-sama mewujudkan sistem ekonomi yang adil, inklusif dan berlandaskan nilai-nilai Islam,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan pentingnya penguatan kurikulum, riset dan kolaborasi antara kampus dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan industri halal. “Staimas berkomitmen mencetak lulusan yang tak hanya paham teori, tetapi juga siap terlibat aktif dalam pembangunan ekonomi syariah di tingkat lokal maupun nasional,” imbuh Makhda. (Nadhiroh/*)












Komentar