Rumah Berdaya Muncul di Solo untuk Kesetaraan Pembangunan

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani resmi membuka Program Rumah Berdaya di Rumah Dinas Wakil Walikota Surakarta, Minggu, 31 Mei 2026.

Program yang diinisiasi Relawan Gesit Surakarta bersama Salam Setara by Kitabisa tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan keterampilan dan peningkatan kesiapan kerja.

banner 300x250

Peluncuran Rumah Berdaya ditandai dengan penyematan name tag secara simbolis oleh Astrid Widayani kepada dua peserta pelatihan, yakni Yonathan, peserta penyandang tuna grahita, dan Elsa, peserta penyandang Down Syndrome.

Penyematan tersebut menjadi simbol dimulainya pelatihan sekaligus dukungan terhadap upaya peningkatan keterampilan dan kemandirian penyandang disabilitas di Kota Surakarta.

Astrid Widayani menyampaikan apresiasi kepada Salam Setara, Relawan Gesit Surakarta, para mentor, sponsor, dan seluruh pihak yang telah menggagas serta mewujudkan Program Rumah Berdaya. Menurutnya, pembangunan yang berkualitas adalah pembangunan yang mampu menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh warga tanpa terkecuali.

“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat. Kita masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya bagi kawan-kawan disabilitas dalam memperoleh akses pendidikan, keterampilan, dan kesempatan kerja yang layak. Oleh karena itu, kehadiran Rumah Berdaya menjadi langkah nyata dalam menghadirkan ruang yang inklusif, aman, dan memberdayakan,” kata Astrid.

Astrid menilai Rumah Berdaya merupakan salah satu bentuk nyata upaya mewujudkan Kota Surakarta yang inklusif. Program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri, melatih kemandirian, serta membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi para peserta, baik melalui dunia kerja maupun kewirausahaan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat semakin mandiri, memiliki keterampilan yang bermanfaat, dan memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berkembang serta berkontribusi dalam kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat,” lanjutnya.

Astrid menegaskan Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas.

Ia juga mendorong agar berbagai program pelatihan dan pemberdayaan dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Program Rumah Berdaya diikuti oleh 10 peserta terdiri atas lima penyandang tuna grahita dan lima penyandang Down Syndrome. Selama tiga bulan ke depan, para peserta akan mengikuti pelatihan keterampilan yang dikemas dalam 12 kali pertemuan.

Khusus peserta Down Syndrome, pelatihan difokuskan pada keterampilan kerja sebagai barista dan server dengan pendampingan mentor dari Sumilih Coffee.

Program ini berangkat dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang apabila mendapatkan kesempatan dan pendampingan yang tepat.

Melalui Rumah Berdaya, para peserta diharapkan memperoleh ruang belajar yang mendukung pengembangan keterampilan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, perwakilan Salam Setara, Saiful Anam, menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan akses yang setara bagi penyandang disabilitas, khususnya dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan keterampilan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, relawan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk membuka lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas.

“Adik-adik yang hari ini mungkin memiliki keterbatasan juga berhak mendapatkan akses yang setara dalam pendidikan, keterampilan, dan kesempatan ekonomi. Karena itu kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menghadirkan ruang tumbuh yang inklusif,” ujarnya.

Melalui Rumah Berdaya, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memiliki keterampilan, kemandirian, dan kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, serta berkontribusi bagi kemajuan Kota Surakarta yang inklusif dan ramah bagi semua. (Ariyanto)

Komentar