Respati Keluarkan KLK dan Pastikan Calon Pekerja Migran Bisa Berkarier Tanpa Biaya

Solo Luncurkan Rumah Siap Kerja

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Walikota Solo, Respati Ardi bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta meluncurkan program Rumah Siap Kerja di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Surakarta, Senin, 19 Mei 2025.

Respati Ardi menekankan pentingnya membangun pondasi ketenagakerjaan sejak dini, terutama menghadapi tahun 2030 yang akan didominasi oleh penduduk usia produktif.

banner 300x250

“Kalau kita tidak siapkan backbone-nya [kerangka utama] dari sekarang, kita akan kewalahan menyambut 2030. Pengangguran tinggi bisa picu gejala sosial dan kriminalitas. Ini saatnya seluruh OPD bergerak bersama. Saya kawal langsung Asta Cita Presiden Prabowo, terutama visi ketenagakerjaan,” ujarnya.

Program Rumah Siap Kerja hadir sebagai langkah strategis Pemkot Surakarta dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang terintegrasi antara dunia pendidikan vokasi, pelatihan kerja, penempatan tenaga kerja baik dalam negeri maupun luar negeri, serta penguatan kewirausahaan dan keterampilan khusus.

Rumah Siap Kerja membuka akses gratis bagi masyarakat dalam berbagai layanan, seperti penempatan kerja dalam dan luar negeri, kelas siap kerja (CV, interview, kontrak kerja, motivasi dan hubungan industrial), konsultasi PHK, bursa kerja online dan konsultasi karier, pelatihan vokasi dan kewirausahaan dan konsultasi hubungan industrial.

Respati juga memperkenalkan Kartu Layak Kerja (KLK) sebagai alat verifikasi pencari kerja, sekaligus pelindungan bagi pengusaha dari karyawan yang tidak bertanggung jawab.

Portalika.com/Ariyanto

“Jika ada pekerja yang melanggar kontrak atau menghilang setelah kasbon, kami akan blacklist melalui KLK. Tapi kita juga beri kesempatan, tiga sampai enam bulan setelah pembinaan, mereka bisa direhabilitasi,” tambahnya.

Walikota Surakarta menyebut Kartu Layak Kerja disiapkan untuk membantu pembentukan ekosistem kerja dalam negeri yang lebih baik.

“Jadi Kartu Layak Kerja digunakan ekosistem untuk dalam negeri, karena banyak aduan penahanan ijazah, aduan dari pemberi kerja dan pelamar kerja maka ini KLK kita launching, agar jadi jaminan, tidak ada lagi penahanan ijazah, ketika ada pelamar kerja yang tidak bagus, ya lapor ke Dinas Tenaga Kerja, nanti kita cabut Kartu Layak Kerjanya,” jelasnya.

Kegiatan yang turut dihadiri oleh perwakilan Calon Pekerja Migran Indonesia yang akan diberangkatkan ke luar negeri ini, menegaskan komitmen Pemkot Surakarta untuk mendorong warganya berkarir di level yang lebih baik.

“Tadi ada warga Sriwedari jadi barista di Arab Saudi, kami akan dorong dan lindungi, fasilitasi di mana negara yang ada hubungan diplomatik dengan Indonesia, kalau negara larangan ya jangan,” tandas eks Ketum BPC Hipmi Surakarta itu.

Respati menekankan dirinya akan memfasilitasi calon pekerja migran tanpa mengeluarkan biaya, “Kerja di luar negeri 0 rupiah, saya bekerja sama dengan Bank Jateng dan BRI ada pembiayaan talangan untuk pekerja migran, semua unsur lembaga dan kementerian harus mendukung, ini sesuai visi Asta Cita Presiden Prabowo nomer 3 penciptaan lapangan kerja. Jadi 0 rupiah. Jangan ketipu LPK abal-abal, ke Disnaker cari informasi,” tuturnya.

Portalika.com/Ariyanto

Respati turut mendorong seluruh kader kelurahan menjadi ‘Sales Tenaga Kerja’, untuk menyemangati warga agar mau bekerja, bahkan ke luar negeri.

“Kenapa luar negeri? Karena kerja di luar negeri bisa membuka mindset baru. Tidak hanya Jepang, kita akan cari peluang ke Tiongkok hingga program working holiday visa. Bahkan lulusan SMP pun bisa ikut program kejar paket C agar bisa berangkat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Surakarta, Widyastuti Pratiwiningsih menegaskan angka pengangguran di Surakarta masih cukup tinggi, yaitu 4,61% dengan jumlah penganggur mencapai 13.200 orang. Melalui Rumah Siap Kerja, diharapkan angka ini dapat ditekan secara signifikan.

“Harapannya 4,61 persen itu nanti bisa turun di bawah 4 persen,” ungkapnya.

Program ini juga didukung penuh oleh 5 Sending Organization (SO) di Surakarta yang selama ini telah menyalurkan ribuan tenaga kerja ke Jepang dengan rata-rata gaji bersih pekerja di Jepang mencapai Rp13–15 juta per bulan termasuk mendapatkan pelindungan seperti asuransi kesehatan dan fasilitas pemagangan.

Rumah Siap Kerja Untuk Kelompok Disabilitas

Respati mengaku telah melakukan audiensi dengan pihak terkait, mengenai program untuk mengakomodir kelompok disabilitas di dunia kerja, “Saya sudah bicara dengan dewan disabilitas di Solo, saya juga sudah menyalurkan rekan-rekan disabilitas di coffe shop di Solo untuk bekerja,” tuturnya.

Program keringanan pajak akan turut diberikan pada pelaku usaha yang mau merekrut kelompok disabilitas, “Untuk disabilitas yang masih produktif saya anjurkan untuk diterima. Ada relaksasi pajak untuk pengusaha yang mau menerima penyandang disabilitas,” tambah Respati. (Ariyanto)

Komentar