Portalika.com [PEMALANG] – Kuliah Kerja Nyata Tematik TIM 160 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyelenggarakan serangkaian sosialisasi kepada ibu-ibu PKK tentang pencegahan sampah plastik berlebih di Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang.
Pengurangan sampah plastik ini dilakukan dengan membangun budaya penggunaan alat ramah lingkungan atau tidak sekali pakai, saat pergi berbelanja dan membeli makanan minuman lainnya.
Sosialisasi dilakukan terdorong dari konsumsi plastik masyarakat Desa Kaliprau yang melimpah dari tahun ke tahun. Kepala Desa Kaliprau, Purwadi mengakui peningkatan sampah dan kurangnya cara penanggulangan sampah dari masyarakat selain dibakar.
Karenanya penyuluhan bisa memberi dampak dan pengelolaan sampah berlebih bisa dikelola Masyarakat. Sosialisasi diawali dengan pemaparan mengenai kondisi penumpukkan sampah yang terjadi di Desa Kaliprau.
Kondisi penumpukan sampah ini, tentu bersumber dari kebiasaan dan kebudayaan dari masyarakatnya sendiri. Berdasarkan dari pengamatan lapangan, jenis sampah yang paling lama terurai dan melimpah di Desa Kaliprau adalah sampah plastik.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat karena plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, sehingga berdampak buruk bagi tanah, air, dan ekosistem sekitar.
Dampak ini tidak hanya dialami oleh alam, namun juga masyarakat sekitar. Lingkungan yang tidak bersih akan berdampak pada kehidupan yang tidak sehat dan tidak nyaman juga. Seperti penyakit diare, yang diakibatkan kebersihan makanan.
Hewan liar yang masuk ke rumah, akibat pekarangan rumah yang kotor. Kemudian dilanjutkan dengan cara mengelola sampah organik maupun anorganik di rumah tangga masing-masing, dengan menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Pengenalan alat ramah lingkungan oleh mahasiswa KKN-T Tim 160 Undip Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Antropologi Sosial, Xrij Dianita Sinambela, di Desa Kaliprau ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik dan sampah lainnya yang dapat berdampak buruk seperti yang dijelaskan diatas.
Kegiatan ini tentu dilakukan untuk membangun budaya masyarakat untuk membawa alat ramah lingkungan atau tidak sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan berlangsung interaktif, dengan sesi tanya jawab yang membuka diskusi bersama-sama.
Para mahasiswa KKN-T Tim 160 ini juga memberi kenang-kenangan kepada para ibu-ibu PKK yang hadir, yaitu tote bag dan kotak makan. Yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ibu-ibu membawa tote bag saat berbelanja, dan membawa kotak makanan saat membeli makanan.
Usaha dalam mengubah budaya masyarakat bisa diubah dengan mengubah kebiasaan dan kebudayaan masyarakat itu sendiri. (*)
Penulis: Mahasiswa Xrij Dianita Sinambela, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Antropologi Sosial, Undip Semarang
Editor: Triantotus












Komentar