Portalika.com [PEMALANG] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 160 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menghadirkan inovasi teknologi untuk menjawab permasalahan darurat sampah di Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang.
Kali ini, tim yang terdiri dari 4 empat mahasiswa menciptakan tempat sampah otomatis dengan dua kompartemen, khusus untuk sampah organik dan anorganik. Sosialisasi dan perkenalan alat ini dilakukan di SDN 02 Kaliprau, Selasa, 5 Agustus 2025 kepada siswa kelas V dan VI.
Tempat sampah ini dirancang untuk membuka penutup secara otomatis ketika seseorang mendekat, menggunakan sensor jarak HYSRF-05 yang terhubung ke mikrokontroler ESP32.
Dua kompartemennya dilengkapi indikator penuh; jika salah satu atau kedua kompartemen mencapai kapasitas maksimal, buzzer akan berbunyi dengan suara mirip token listrik.
Setelah pengguna selesai membuang sampah, alat juga akan mengucapkan kalimat “Terima kasih telah membuang sampah pada tempatnya.”
Edukasi yang diberikan tak hanya sebatas pengenalan alat, tetapi juga mengajarkan cara memilah sampah organik dan anorganik. Antusiasme anak-anak terlihat dari reaksi spontan seperti, “Wih tempat sampah elektronik!” dan “Bisa kebuka sendiri tempat sampahnya!”.
Mereka tidak hanya tertarik pada teknologinya, tetapi juga memahami kategori sampah dengan lebih baik.
Billal Maula Pandhya, mahasiswa Program Studi S.Tr.T Teknologi Rekayasa Otomasi Sekolah Vokasi Undip yang bertanggung jawab di bagian elektrikal, menjelaskan bahwa proses perancangan meliputi pemilihan komponen, penyusunan jalur PCB, dan tata letak komponen.
“Kami berharap inovasi ini bisa menjadi langkah awal penerapan teknologi untuk membantu masyarakat dalam mengelola sampah secara bijak,” ujarnya.
Komponen utama yang digunakan dalam pembuatan tempat sampah otomatis ini meliputi ESP32, sensor jarak HYSRF-05, servo MG996R, dan buzzer. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Desa Kaliprau untuk mengadopsi teknologi dalam mengatasi permasalahan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. (*)
Penulis: Billal Maula Pandhya, mahasiswa Program Studi STrT Teknologi Rekayasa Otomasi Sekolah Vokasi Undip Semarang
Editor: Triantotus












Komentar