Portalika.com [KLATEN] – Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, Kelompok KKN 29 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) bekerja sama dengan SD Negeri 02 Karanganom, Klaten menggelar program Edukasi Anti-Bullying yang dilaksanakan di sekolah tersebut pada 6 Agustus 2025.
Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa KKN 29 Unisri yang dipandu langsung oleh Arlinta Rahmadhani sebagai penanggung jawab, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Fikriana Mahar Rizki, SIKom, MA.
Arlinta menyatakan program ini merupakan salah satu wujud implementasi tema besar KKN tahun ini, ‘Sinergi Unisri, Pemerintah, dan Masyarakat Desa: Penguatan Potensi Lokal Guna Mewujudkan Desa Mandiri Berkelanjutan.’
Difokuskan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada siswa SD Negeri 02 Karanganom mengenai pentingnya saling menghargai, menghormati perbedaan, dan menghindari segala bentuk perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan sikap positif, empati, dan rasa aman di antara siswa, sehingga tercipta lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif bagi semua.
Proses awal Arlinta melakukan sharing sebagai perkenalan awal kemudian memulai dengan sosialisasi menyampaikan pengertian jenis dampak dan lain-lain. “Pada petengahan sosialisasi itu kami juga memberi pertanyaan terkait materi contoh-contohnya, jenis-jenis bullying apa saja,” ujarnya.
Respons peserta didik sangat baik dan memberi reward kepada peserta didik yang bisa menjawab. Setelah selesai sosialisasi dia menggunakan media pembelajaran untuk membuktikan sampai mana peserta didik memahami.
Dalam media ini terdapat dua kantong bullying dan anti bullying kemudian ada tulisan dan gambar bullying dan bukan bullying tugas siswa memasukkan gambar tersebut sesuai gambar.
“Kami juga mengkisahkan hati seseorang dengan kertas, kertas di gulung-gulung sambil anak-anak memberi kata-kata bullying, setelah itu anak-anak meminta maaf maka kertas tadi kami buka kembali tetapi akan lusuh, itu ibarat hati manusia yang di sakiti bisa memaafkan tapi lukanya masih ada, setelah selesai sosialisasi kami melakukan game kecil sebelum penutupan,” jelasnya.
Sinergi antara pihak sekolah dan mahasiswa menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Para guru turut mendampingi siswa selama kegiatan.
Siswa mendapatkan pembelajaran melalui sosialisasi, praktek menggunakan media pembelajaran pembeda bagaimana contoh kata-kata bullying dan gambar bullying serta bukan. Pendekatan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami materi secara kognitif, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SD Negeri 02 Karanganom dengan dukungan penuh dari Kepala Sekolah, para guru. Tim pelaksana terdiri dari mahasiswa Kelompok KKN 29 Universitas Slamet Riyadi.
Program dilaksanakan pada hari Rabu,6 Agustus 2025, mulai pukul 07.00 hingga 08.30 WIB . Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di Halaman SD Negeri 02 Karanganom, Desa Karanganom, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Lingkungan sekolah yang tertib dan fasilitas belajar yang memadai membuat proses sosialisasi berjalan lancar. (*)
Penulis: Arlinta Rahmadhani, mahasiswa KKN 29 Unisri Surakarta
Editor: Suryono












Komentar