Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang tergabung dalam Kelompok 59 KKN-PPM 2025 melaksanakan program pembuatan marka desa berupa penunjuk tulisan Karang Kasih RW 18, Desa Sukorini di Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan mahasiswa dalam mempertegas identitas wilayah dusun serta mempercantik wajah desa.
Dusun Karang Kasih RW 18 sebelumnya belum memiliki penanda resmi yang menunjukkan identitas dusun di ruang publik. Akibatnya, warga pendatang maupun tamu yang berkunjung kerap kesulitan menemukan lokasi.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 59 berinisiatif membuat marka penunjuk yang informatif sekaligus menarik.
Proses pembuatan marka dilakukan secara gotong-royong antara mahasiswa, karang taruna, dan warga sekitar. Kegiatan dimulai dari merancang desain tulisan, memilih warna yang kontras agar mudah dibaca, hingga pengecatan dan pemasangan di lokasi strategis.
Tulisan Karang Kasih RW 18, Desa Sukorini dibuat dengan ukuran cukup besar sehingga dapat terlihat jelas oleh pengguna jalan.
Ketua Kelompok 59, Vania Alifia Narwastu menjelaskan tujuan utama pembuatan marka ini adalah untuk memperjelas identitas dusun serta membantu mempermudah masyarakat luar desa dalam mengenali lokasi.
“Dengan adanya marka penunjuk ini, kami ingin Karang Kasih RW 18 memiliki identitas yang jelas dan bisa menjadi kebanggaan warga. Penanda ini bukan hanya simbol, tetapi juga wajah dari dusun itu sendiri,” ungkapnya.
Antusiasme warga terlihat sejak tahap awal hingga pemasangan. Beberapa warga membantu menyediakan bahan dan peralatan, sementara pemuda karang taruna ikut serta dalam proses pengecatan dan pemasangan.
Salah seorang tokoh masyarakat menyampaikan apresiasinya. “Kami merasa senang sekali, karena akhirnya Karang Kasih RW 18 memiliki tulisan penunjuk resmi. Ini bukan hanya memudahkan orang yang mencari dusun kami, tetapi juga menambah keindahan desa,” ujarnya.
Selain mempertegas identitas dusun, marka ini juga diharapkan dapat memupuk rasa memiliki bagi warga. Identitas visual yang jelas membuat masyarakat lebih bangga dengan lingkungannya, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun desa.
Dengan adanya marka Karang Kasih RW 18, Desa Sukorini, wajah Desa Sukorini kini semakin tertata. Program ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan KKN tidak hanya fokus pada bidang pendidikan dan sosial, tetapi juga menyentuh aspek pembangunan fisik yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. (*)
Editor: Suryono












Komentar