Portalika.com [Sukoharjo] – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andik Sasongko, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog Telukan di Sukoharjo untuk memastikan ketahanan pangan dan ketersediaan stok beras bagi masyarakat di wilayah Solo Raya, terutama dalam menghadapi tantangan iklim El Nino.
Andik Sasongko menyatakan ketersediaan stok beras di wilayah tersebut tetap aman. Ia mengapresiasi kerja keras Perum Bulog dalam mengelola distribusi komoditas pangan, serta memastikan bahwa hasil panen petani terserap dengan baik dan kebutuhan bantuan pangan dipenuhi.
Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, yang mendampingi kunjungan, menekankan pentingnya langkah antisipatif Bulog dalam menyerap hasil panen. Ia juga menyebutkan bahwa manajemen First In First Out (FIFO) yang diterapkan sangat efektif, dengan hanya tersisa sekitar 180 ton stok beras dari tahun lalu.
Hal ini menunjukkan perputaran yang sehat di gudang. Wabup Eko Sapto memuji Bulog yang telah menyewa gudang swasta untuk menampung stok tambahan dan memastikan bahwa beras yang diproses memenuhi standar kualitas premium.
Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo yang mendampingi kunjungan Komisi XIII DPR-RI mengatakan Bulog telah melakukan langkah antisipatif dengan menyerap hasil panen petani secara maksimal.
Dalam sidak tersebut disampaikan efektivitas manajemen First In First Out (FIFO) yang berjalan dengan baik. Dari ribuan ton stok, hanya tersisa sekitar 180 ton stok tahun lalu, yang menandakan perputaran beras di gudang tersebut sangat sehat.
“Stoknya aman sampai akhir tahun, bahkan Bulog sampai menyewa gudang-gudang swasta untuk menampung serapan. Saya mengapresiasi kerja keras bapak-bapak Bulog di Solo Raya. Tantangan iklim seperti El Nino Godzilla ini nyata, namun Bulog sebagai perpanjangan tangan pemerintah mampu mengambil peran dengan baik,” ujar Eko Sapto.
Dia juga memuji fasilitas mesin pemrosesan di Gudang Telukan yang mampu memproduksi beras dengan kualitas premium grade. Hal ini memastikan bahwa beras yang disalurkan ke masyarakat, baik untuk bantuan pangan maupun stabilisasi harga, memiliki standar kualitas yang tinggi.
Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Haryanto, menjelaskan bahwa saat ini total stok beras di wilayah Solo Raya mencapai 80.000 ton. Jumlah ini tersebar di 9 komplek pergudangan milik Bulog serta 9 komplek gudang swasta yang disewa akibat melimpahnya pasokan.
“Realisasi penyerapan kami hingga hari ini sudah mencapai 62 persen atau sekitar 58.000 ton dari target tahunan 93.000 ton. Mayoritas stok yang ada sekarang adalah hasil pengadaan tahun 2026,” ungkap dia.
Meskipun harga di tingkat petani saat ini cukup tinggi, yakni di kisaran Rp7.000 hingga Rp7.400 per kilogram—berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500—Bulog tetap berkomitmen menjadi jaring pengaman bagi petani.
Untuk sisi konsumen, Nanang mengimbau masyarakat Solo Raya agar tidak khawatir. Bulog terus mengguyur pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Beras SPHP kami jual dengan harga Rp11.000 di tingkat gudang, dengan harga maksimal di konsumen sebesar Rp12.500 per kilogram. Dengan stok 80.000 ton, kebutuhan untuk bantuan pangan maupun pasar murah sangat tercukupi hingga tahun depan,” kata dia. (Naharudin)












Komentar