Portalika.com [DENPASAR] – Sebanyak 288 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Jateng baru-baru ini melaksanakan Kuliah Kunjungan Institusi (KKI) ke Pulau Bali.
Siaran pers Unisri menyebutkan kegiatan akademik diikuti para mahasiswa semester lima dari tiga program studi (Prodi), yaitu Ilmu Komunikasi, Administrasi Negara (AN), dan Hubungan Internasional. Mereka didampingi jajaran pimpinan fakultas, ketua Prodi, sekretaris Prodi, dan dosen pembimbing lapangan.
Disebutkan, KKI Fisip Unisri menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa memperoleh pemahaman langsung tentang penerapan teori di dunia kerja, baik di instansi pemerintahan maupun industri profesional.
Selama lima hari di Pulau Dewata, para mahasiswa melaksanakan serangkaian kunjungan ke berbagai instansi pemerintahan dan industri media di wilayah Provinsi Bali, antara lain Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali.
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar, DPRD Kabupaten Badung, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bali, Dinas Tenaga Kerja dan Energi Provinsi Bali, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Bali TV, Radar Bali, dan Bali Orange Communication (BOC), International Tourism Development Center (ITDC) dan Kantor Imigrasi Denpasar.
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi difokuskan untuk mempelajari penerapan komunikasi publik, media relations, dan strategi digital government di Diskominfo Badung dan Denpasar, serta praktik jurnalistik dan industri kreatif di Bali TV, Radar Bali, dan BOC.
Sementara itu, mahasiswa Prodi Administrasi Negara melakukan kunjungan ke instansi pemerintahan seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bali, Dinas Tenaga Kerja, BPS, dan ITDC, guna memahami sistem pelayanan publik, birokrasi daerah, dan kebijakan pengelolaan investasi di wilayah pariwisata.
Kesempatan Emas
Kegiatan ini dipimpin Dekan Fisip Unisri, Dr Dra Herning Suryo MSi didampingi Wakil Dekan sekaligus Ketua Panitia Dra Sri Riris Sugiarti MSi.
Turut hadir Drs Buddy Riyanto MSi (Kaprodi Ilmu Komunikasi), Dra Damayanti Suhita MSi (Kaprodi AN), para sekretaris Prodi, dan dosen pembimbing lapangan dari ketiga Prodi, di mana salah satunya merupakan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama Dr Joko Pramono SSos MSi.
Dekan Fisip, Herning Suryo menegaskan KKI merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang penting, bagi mahasiswa untuk memahami tantangan profesional di bidang sosial dan politik.
“Pelepasan ini bukan sekadar kunjungan, tetapi bagian dari proses pembelajaran. Mahasiswa harus melihat bagaimana teori yang mereka pelajari di kampus diterapkan di dunia nyata. KKI juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan karakter adaptif dan kolaboratif yang dibutuhkan dalam dunia kerja,” papar dia.
Kegiatan ini, kata dia, juga menjadi ajang membangun kerja sama kelembagaan antara Unisri dan instansi yang dikunjungi, baik untuk kegiatan riset, magang, maupun program pengabdian masyarakat di masa mendatang.
Ketua Panitia KKI 2025, Sri Riris Sugiarti menyampaikan kegiatan ini merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari lembaga yang relevan dengan bidang studinya.
“Mahasiswa diajak berinteraksi dengan pejabat publik dan praktisi profesional. Mereka bisa melihat bagaimana proses komunikasi, administrasi, dan pelayanan publik dijalankan secara nyata. Inilah pembelajaran yang tidak bisa diperoleh dari ruang kelas,” ujar dia.
Dilaksanakan Di Malaysia
Sri Riris juga menekankan selain memberikan manfaat akademik, KKI juga memperkuat jejaring kerja sama Unisri dengan lembaga-lembaga strategis di Bali.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi pintu kolaborasi antara Unisri dan lembaga di Bali, baik dalam program magang mahasiswa, penelitian bersama, maupun pertukaran pengetahuan antarinstitusi,” kata dia.
Kegiatan KKI tahun ini dilaksanakan dalam dua tahap. Batch pertama dilaksanakan di Bali, sementara batch kedua akan dilaksanakan di Malaysia pada 24–26 November 2025. Melalui dua rangkaian kunjungan ini, Fisip Unisri ingin memberikan pengalaman pembelajaran yang berimbang antara konteks nasional dan internasional.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami dinamika pemerintahan di Indonesia, tetapi juga memperoleh wawasan global. Hal ini penting agar lulusan Fisip siap berkompetisi di dunia kerja internasional,” tegas Sri Riris.
Selain mengikuti kunjungan akademik, mahasiswa juga berkesempatan menikmati kegiatan sosial dan budaya, seperti kunjungan ke Pantai Pandawa, Desa Adat Penglipuran dan kawasan Jimbaran. (Iskandar)












Komentar