Portalika.com [SRAGEN] – Masyarakat Desa Banyurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, menyelenggarakan kegiatan Festival Wana Lestari sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan dan memperkuat sumber penghidupan masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 22 April 2026, pukul 08.12 WIB di Balai Desa Banyurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen dalam rangka memperingati Hari Bumi.
Festival ini merupakan bagian dari implementasi program pelestarian hutan berbasis perhutanan sosial, yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sumber daya hutan secara bijaksana.
Melalui pendekatan ini, keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat terus dijaga. Berbagai kegiatan yang telah dilakukan masyarakat Desa Banyurip menjadi contoh nyata praktik baik dalam pengelolaan sumber daya alam.
Di antaranya adalah pemanfaatan lahan pekarangan melalui Sekolah Lapang Tanaman Pangan Berkelanjutan, pengembangan demplot perhutanan sosial, serta pengelolaan kebun pembibitan untuk mendukung rehabilitasi lahan dan peningkatan tutupan vegetasi.
Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan ekosistem dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan.
Pengalaman dan pembelajaran dari praktik-praktik ini menjadi penting untuk didokumentasikan dan disebarluaskan sebagai inspirasi bagi komunitas lain.
Mengusung tema “Aksi Komunitas Hari Ini, Investasi Lingkungan untuk Masa Depan”, Festival Wana Lestari sejalan dengan kampanye global Hari Bumi yang mendorong percepatan solusi terhadap krisis iklim melalui aksi nyata.
Upaya yang dilakukan masyarakat Desa Banyurip merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.
Festival ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan praktik baik pengelolaan hutan dan pengembangan sumber penghidupan berkelanjutan oleh masyarakat.
Mendorong keterlibatan aktif para pemangku kepentingan dalam memperkuat kolaborasi pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Acara diawali dengan beberapa sambutan, Ketua Badan Pengurus YLPTP, Sumino, SE yang menyampaikan bahwa masyarakat Banyurip ingin mengubah menjadi lebih baik, dari status desa miskin ekstrim pada tahun 2019.
Diawal dengan melakukan kajian pengeluaran kebutuhan air sebesar Rp700.000.000, kemudian melakukan kegiatan membuat rancangan sumur hybrid, menanam buah alpukat, otimalisasi pekarangan rumah tangga, optimalisasi potensi tanaman cabe jawa, sacha inci, produksi bibit tanaman kayu dan buah, serta kegiatan pendukung lainnya.
Pada saat ini kegiatan-kegiatan tersebut telah berdampak terhadap aspek lingkungan dan pendapatan keluarga masyarakat penerima manfaat. Christian Natali, perwakilan Yayasan Kehati Jakarta menyampaikan bahwa saat ini program masuk tahun ke 3 kerja sama dengan LPTP Surakarta.
Kerjasama multi stakeholder telah terjalin baik oleh beberapa pihak seperti perguruan tinggi (UNS), pihak swasta, koorporasi petani, pemerintah, BUMN, komunitas seperti LMDH dan KUPS, serta budayawan, terkait pengelolaan hutan berkelanjutan, menjaga tutupan lahan, dan konservasi menuju kelestarian hutan.
Pada saat bersamaan setelah memberikan sambutan, Camat Jenar, David Supriyadi, SSos, MSi, menyerahkan apresiasi berupa sertifikat penghargaan kepada 13 orang yang telah turut serta dalam melestarikan hutan di Kabupaten Sragen, di antaranya adalah masyarakat setempat, kelompok budayawan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta, Generasi Pelestari Hutan Siswa SD, SMP dan SMA, dan pihak swasta pendukung bibit tanaman. (Ariyanto)












Komentar