Portalika.com [SLEMAN] – PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) memperkuat komitmen transformasi hijau melalui aksi penanaman pohon bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Simpang Susun Purwomartani, Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo, Sabtu, 25 April 2026.
Aksi penanaman pohon tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, Dirjen Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, Kepala BPJT Kementerian PU, Wilan Oktavian, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Direktur PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), Rudy Hardiansyah yang mewakili Manajemen Jasa Marga Group serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Sebagai simbol sinergi pemerintah pusat, daerah, dan badan usaha, AHY bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DIY dan Rudy Hardiansyah melakukan penanaman pohon secara seremonial.
Di kesempatan terpisah, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan perusahaan dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan dan bernilai jangka panjang.
“Kami mendorong seluruh entitas di Jasa Marga Group untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dalam setiap proyek. Sebagai pelopor green toll road di Indonesia, sudah menjadi komitmen kami untuk memastikan setiap pengembangan jalan tol mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus mendukung kualitas hidup generasi selanjutnya,” ujar Rivan.
Direktur Utama PT JMJ, Rudy Hardiansyah menyampaikan, aksi ini merupakan langkah strategis mendukung transformasi hijau di sektor jalan tol.
“Pengembangan Jalan Tol Jogja–Solo tidak hanya fokus pada konektivitas, tetapi juga mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan. Kami ingin menghadirkan koridor tol yang andal secara operasional sekaligus memberi nilai ekologis bagi kawasan sekitar,” ujar Rudy.
Rudy menambahkan, progres pembangunan Jalan Tol Jogja–Solo terus menunjukkan capaian positif dan kini memasuki tahap lanjutan konstruksi. Fokus utama adalah percepatan penyelesaian dan peningkatan kualitas layanan berbasis inovasi.
AHY menjelaskan, langkah kecil yang dilakukan di jalan tol sebagai koridor hijau ini bermakna besar. Penanaman pohon bukan sekadar simbol, tetapi harus menjadi kebiasaan berkelanjutan di seluruh jaringan jalan tol.
Menurut AHY, kegiatan penanaman pohon di koridor hijau ini juga merupakan bagian tak terpisahkan dari gerakan Indonesia ASRI yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Harapannya, di sepanjang jalan tol di berbagai daerah di Indonesia akan ditumbuhi oleh pohon-pohon yang memiliki kapasitas penyerapan CO2 yang baik. Hal ini akan sangat membantu daerah untuk bisa mengurangi polusi serta mengurangi tantangan atau ancaman ekologis yang tengah dihadapi.
“Pembangunan infrastruktur fisik harus selalu dibarengi dengan kesadaran serta aksi nyata untuk turut melestarikan lingkungan hidup,” tegas AHY.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan pentingnya keseimbangan pembangunan dan pelestarian alam. “Infrastruktur modern harus tumbuh berdampingan dengan lingkungan yang terjaga. Inisiatif koridor hijau ini diharapkan menjadi contoh,” kata Sri Sultan.
Penanaman pohon ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (Galang RTHB) dan Koridor Hijau Jalan Tol. Ruas Tol Jogja–Solo ditetapkan sebagai salah satu prototipe.
Sebanyak 60 pohon terdiri dari 15 pohon Trembesi, 15 pohon Tanjung, 15 pohon Kecik dan 15 Pohon Asem Jawa ditanam sebagai langkah awal pengembangan koridor hijau di ruas tol lainnya.
PT JMJ berkomitmen mengintegrasikan konsep green toll road dan inovasi digital di setiap inisiatifnya. Prioritas mencakup pengelolaan limbah, pengendalian emisi kendaraan, serta penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di rest area untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik dan mengurangi jejak karbon.
Selain itu, PT JMJ akan melibatkan masyarakat sekitar secara aktif dalam pengembangan ruas tol ini. “Kami berharap program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dapat berdampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat, serta menciptakan rantai nilai yang inklusif,” ujar Rudy.
Melalui strategi operasional, inovasi teknologi, dan kepedulian lingkungan yang komprehensif, PT JMJ menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. (Ariyanto)












Komentar