Portalika.com [SURAKARTA] – Lebih dari 100 kelompok seni dari 24 kota di Indonesia dan luar negeri siap menyemarakkan perayaan Hari Tari Dunia (HTD) bertajuk “24 Jam Menari” yang digelar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta/Solo, Jateng di kampus setempat pada 29 dan 30 April 2026.
Ketua Pelaksana HTD, Eko Supendi, SKar, MSn mengatakan tahun ini menjadi momentum istimewa karena menandai 20 tahun keberlangsungan event tari yang menjadi ikon perayaan berskala nasional hingga internasional.
Dia berharap perhelatan HTD 24 Jam Menari ISI Solo, dapat menjadi ruang pertemuan yang terbuka bagi para penari, koreografer, pegiat seni, dan masyarakat untuk saling berbagi gagasan, pengalaman, dan beragam kemungkinan.
“Dengan demikian, event ini tidak hanya menjadi perayaan, melainkan momentum refleksi akademis tentang peran tari sebagai fenomena antropologis dan sosiologis, yang melampaui batas-batas geografis,” papar dia saat konferensi pers di Teater Kecil ISI Solo, Jumat, 24 April 2026.
Menurut dia dengan mengusung tema “Tanpa Batas: Menembus Medan Budaya”, perhelatan ini menghadirkan keberagaman ekspresi tari yang melampaui sekat geografis, tradisi, dan identitas.
Sedangkan rangkaian acara meliputi; opening, festival pertunjukan selama 24 jam, pertunjukan dari keraton, dance department summit meeting diikuti 12 perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri, penari yang menari nonstop 24 jam, bazar industri kreatif, closing, dan orasi budaya oleh Prof Sardono W Kusumo.
Eko menjelaskan banyaknya keterlibatan kelompok seni dari 24 kota di Indonesia dan luar negeri menjadikan panggung 24 Jam Menari sebagai ruang dialog budaya yang dinamis, inklusif, dan penuh makna.
Untuk menjaga kualitas sajian, pihaknya menghadirkan salah satu kurator seni asal Jerman yaitu Prof. Matthew Isaac Cohen, PhD.
24 Jam Menari Nonstop
Di bagian lain disebutkan sebanyak sembilan penari akan menari selama 24 jam tanpa henti, dengan berbagai karya tari unggulan yang ditampilkan. Para penari berasal dari Wonogiri, Banyumas, Papua, Jakarta, Solo, Bandung, Surabaya, Madura, hingga Amerika.
Mereka di antaranya:
- Irfan Nur Mahmudi, SPd dari Trenggalek, Jatim
- Sri Cicik Handayani, SSn, MSn (Sumenep, Jatim)
- Adif Marhaendra, SSn (Wonogiri, Jateng)
- Fachry Destyanto Matlawa, SSn (Papua)
- Muhammad Mughni Munggaran, SSn, MSn (Bandung, Jabar)
- Sekar Tri Kusuma, SSn, MSn (Solo, Jateng)
- Dani Setiayawan Budiman, SSn (Cilacap, Jateng)
- Farah Aini Astuti, SSn, MA (Jakarta)
- Dr Ari Dharminalan Rudenko (Amerika)
Eko mengutarakan setiap penampilan menjadi representasi dari kekayaan budaya sekaligus refleksi perkembangan seni tari di tengah arus globalisasi.
Tahun ini, para Penari 24 Jam turut menjadi bagian dari MTN IkonInspirasi, salah satu inisiatif dari Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya yang dikelola oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Dua dekade perjalanan “24 Jam Menari” ISI Solo membuktikan bahwa seni tari memiliki daya hidup yang kuat sebagai media komunikasi lintas budaya. Dengan semangat tanpa batas, acara ini terus menegaskan perannya sebagai ruang pertemuan global yang merayakan perbedaan dalam harmoni gerak.
Perhelatan akbar ke-20 HTD ISI Solo, juga menjadi wadah edukasi dan apresiasi bagi masyarakat luas. Interaksi antarseniman, akademisi, dan penonton menciptakan atmosfer kreatif yang memperkuat jejaring budaya serta memperluas wawasan tentang keberagaman seni pertunjukan. (Iskandar)












Komentar