Portalika.com [KLATEN] – Bupati Klaten, Hamenang W Ismoyo, SKom menjanjikan kesejahteraan ekonomi penari. Hal tersebut diungkapkan ketika membuka perayaan Hari Tari Dunia di kompleks Candi Prambanan, Minggu, 3 Mei 2026 kemarin.
Pemimpin muda yang sering dipanggil mas Bup itu ketika diwawancara secara terpisah mengungkapkan rasa syukur karena di Klaten ada Forum Silaturahmi Sanggar Tari ( FSST) yang menyelenggarakan perayaan HTD.
“Kita dukung dan bertahap kita tingkatkan dari kabupaten ke tingkat nasional kemudian internasional,” ujarnya.
Sebagai pemimpin daerah, Hamenang juga akan menghubungkan para insan kreatif dalam hal ini penari, dengan pengelola objek wisata.
“Kalau objek wisata kan hanya begitu saja, nah kita bisa adakan atraksi disana, jadi simbosis mutualisme,” urainya.
Menurut Ketua FSST, Muhammad Qowim, mengatakan perayaan HTD di Klaten kali ini diikuti 850 penari dan 24 sanggar tari di Klaten. Kegiatan diawali dengan Umbul Donga di Candi Sewu oleh sembilan maestro tari Jateng dan Jogja.
Sedangkan seremonial pembukaan menampilkan sendratari dalang topeng.
Sementara perayaan HTD di Kabupaten Sukoharjo diikuti sekitar 15 sanggar tari. Mengambil venue di Taman Budaya Sukoharjo pada Rabu, 29 April 2026 siang hingga malam.
Sama dengan Klaten, perayaan HTD dilaksanakan oleh gotong royong sanggar tari. Maestro Mugiyono Kasido juga ikut meramaikan sebagai sajian penutup.
Koordinator Sanggar Tari Yohanes Sri Raharjo mengatakan tahun ini adalah kali kedua HTD dirayakan di Sukoharjo.
Raharjo juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kekompakan sanggar tari yang ada. Menurut Raharjo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Havid Danang P W, SH, MH dalam sambutan di upacara pembukaan menjanjikan Pemda akan menganggarkan untuk kegiatan serupa di tahun mendatang. (Ariyanti/*)
Editor: Triantotus












Komentar