Jumlah Petugas Perempuan Terbanyak Sepanjang Sejarah, Mayoritas Jemaah Puas

banner 468x60

Portalika.com [JEDDAH] – Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M mencatatkan sejarah baru. Musim haji tahun ini dinilai menjadi penyelenggaraan dengan jumlah petugas perempuan terbanyak dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan pelayanan, mengingat mayoritas jemaah haji Indonesia adalah perempuan.

banner 300x250

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (BPHU) Kementerian Haji dan Umrah RI, Puji Rahardjo, saat mengunjungi jemaah haji Kloter 7 Embarkasi Lombok di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu, 7 Juni 2026 malam.

​Dalam kunjungan tersebut, Puji menyempatkan diri berdialog langsung dengan sejumlah jemaah lansia dan perempuan untuk memastikan kualitas layanan yang mereka terima.

​”Ibu gimana kabarnya?” tanya Puji ramah.

“Sehat,” jawab salah seorang jemaah perempuan berkudung putih sembari tersenyum.

“Bagaimana layanan petugas, bu?” lanjut Puji.

“Makanannya enak,” responsnya puas, yang kemudian ditutup dengan pesan dari Puji agar jemaah terus menjaga kesehatan selama di Tanah Suci.

Komitmen Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan

​Puji Rahardjo menjelaskan musim haji tahun ini memang mengusung tagline besar yang berfokus pada pelayanan inklusif bagi kelompok rentan.

​”Haji kita tahun ini memang tagline-nya adalah haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan,” ujar Puji.

​Berdasarkan testimoni langsung dari para jemaah, pelayanan bagi lansia menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun lalu. Begitu pula dengan layanan bagi penyandang disabilitas yang mendapat apresiasi positif, berkat keterlibatan aktif Komisi Nasional Disabilitas (KND) sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.

​Untuk menyokong komitmen tersebut, pemerintah mendesain layanan yang lebih responsif gender dengan mendongkrak kuota petugas perempuan.

Peningkatan ini tidak hanya menyasar sektor layanan umum, tetapi juga merambah ke lini vital lainnya.

  1. Layanan Umum: Pendampingan intensif di bandara, hotel, dan maktab.
  2. Layanan Kesehatan: Penambahan tim medis perempuan untuk kenyamanan pemeriksaan.
  3. Layanan Ibadah: Penambahan jumlah pembimbing ibadah perempuan guna mempermudah konsultasi fikih haji khusus wanita.

​Catatan Evaluasi: Fasilitas Toilet di Mina

​Meski mayoritas jemaah menyatakan puas dan memberikan respons positif, Puji mengakui masih ada beberapa catatan krusial yang harus dibenahi pada musim haji mendatang. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan fasilitas sanitasi bagi jemaah perempuan di Mina.

​”Memang catatannya soal perempuan ini terkait ketersediaan toilet di Mina yang belum sesuai dengan harapan kita. Walaupun kemarin masih ada kekurangan di sana-sini, Insya Allah ke depan kita akan berusaha meningkatkan layanan tersebut,” akunya legawa.

​Puji berharap, segala catatan dan evaluasi dari pelaksanaan tahun ini dapat menjadi fondasi kuat untuk melakukan perbaikan menyeluruh.

Targetnya, sistem penyelenggaraan haji Indonesia ke depan bisa tampil semakin nyaman, inklusif, serta memberikan keberpihakan penuh kepada jemaah yang membutuhkan perhatian khusus. (Ariyanto)

Komentar