Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP), Aliya Fadhillah Putri dan Kayla Zayika Azizah, melaksanakan program kerja monodisiplin dari bidang Biologi melalui kegiatan edukasi pangan inovatif yang dilakukan secara door to door kepada masyarakat Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Rabu, 5 Agustus 2026.
Program ini mengangkat dua inovasi produk pangan berbasis potensi lokal, yaitu inovasi tape singkong menjadi puding dan pembuatan asinan buah Bogor, dengan sasaran utama ibu-ibu rumah tangga serta beberapa pelaku UMKM setempat.
Menurutnya kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi produk olahan yang lebih menarik, bernilai tambah, dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan.
Melalui pendekatan door to door, mahasiswa dapat memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat sehingga materi yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah tangga.
Materi program inovasi Tape Singkong menjadi Puding, disampaikan Aliya Fadhillah Putri. Dia memberikan edukasi mengenai pengolahan tape singkong sebagai bahan utama yang dikombinasikan dengan adonan puding sehingga menghasilkan produk pangan yang memiliki cita rasa khas, tekstur yang lembut, dan nilai gizi yang lebih beragam.
Masyarakat diperkenalkan pada cara mengolah tape singkong agar dapat menjadi variasi olahan yang tidak hanya dikonsumsi secara langsung, tetapi juga memiliki potensi sebagai produk bernilai ekonomi.
Selain menjelaskan proses pembuatannya, mahasiswa juga menyampaikan manfaat inovasi tersebut sebagai salah satu bentuk diversifikasi produk berbasis singkong.
Puding tape singkong diharapkan dapat menjadi alternatif camilan sehat yang mudah dibuat di rumah dengan bahan-bahan yang sederhana dan mudah diperoleh.
Sementara itu, pada program Asinan Buah Bogor, dilakukan Kayla Zayika Azizah. Dia memberikan edukasi mengenai pemanfaatan buah-buahan yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar rumah masyarakat.
Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa asinan dapat dibuat menggunakan buah yang tersedia di pekarangan, seperti mangga dan nanas, kemudian dipadukan dengan buah lain seperti bengkuang, salak, dan timun untuk menghasilkan rasa yang lebih segar dan bervariasi.
Edukasi ini juga menekankan bahwa pemanfaatan buah lokal dapat mengurangi pemborosan hasil panen, meningkatkan nilai tambah buah yang tersedia di sekitar rumah, serta membuka peluang usaha sederhana bagi ibu-ibu rumah tangga.
Mahasiswa membagikan leaflet edukatif yang berisi informasi mengenai bahan-bahan, tahapan pembuatan, manfaat produk, serta potensi pengembangan asinan buah sebagai produk olahan rumahan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mengunjungi rumah-rumah warga secara langsung. Sebagian besar sasaran kegiatan adalah ibu-ibu rumah tangga, karena mereka memiliki peran penting dalam pengolahan pangan keluarga dan berpotensi mengembangkan usaha pangan skala rumah tangga.
Selain itu, edukasi juga diberikan kepada beberapa pelaku UMKM, terutama yang bergerak di bidang makanan, agar inovasi produk tersebut dapat menjadi referensi dalam pengembangan usaha mereka.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Banyak ibu rumah tangga yang tertarik mencoba pembuatan puding tape singkong maupun asinan buah karena bahan-bahannya mudah diperoleh dan proses pembuatannya relatif sederhana.
Diskusi berlangsung secara interaktif, di mana warga aktif mengajukan pertanyaan mengenai teknik pengolahan, variasi buah yang dapat digunakan, serta cara penyimpanan produk agar lebih tahan lama.
Melalui program monodisiplin ini, Aliya Fadhillah Putri dan Kayla Zayika Azizah berharap masyarakat Desa Blimbing dapat lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.
Inovasi pengolahan tape singkong menjadi puding dan buah lokal menjadi asinan Bogor diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, mendorong kemandirian pangan rumah tangga, serta membuka peluang usaha baru yang dapat mendukung perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. (*)
Editor: Suryono












Komentar