Transformasi Desa Punjulharjo Rembang: Wujudkan Kemandirian Mandiri Energi dan Pusat Budaya Lewat Program Desa Binaan Kemendiktisaintek Undip dan Unisvet

banner 468x60

Portalika.com [REMBANG] — Program Pengabdian Masyarakat melalu Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah Ruang Lingkup Desa Binaan (PDB) Tahun ke-3 di Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang, yang diinisiasi tim kolaborasi akademisi Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Ivet (Unisvet), sukses mencatatkan capaian gemilang.

Mengusung pendekatan terpadu SAT (Strategi, Aksi, dan Teknologi), desa yang menyimpan kekayaan Cagar Budaya Situs Perahu Kuno abad ke-7 dan kawasan pesisir Pantai Karang Jahe ini kini bertransformasi menjadi destinasi Eco-Green Tourism yang mandiri secara operasional dan budaya.

banner 300x250

Pelaksanaan program pengabdian ini dimotori oleh tim PDB multidisiplin yang terdiri atas Dr Fuad Muhammad, SSi, MSi (Universitas Diponegoro) selaku ketua pengusul, serta didukung oleh tiga orang anggota tim yakni Triyono, SH, MKn (Universitas Diponegoro), Prof Dr Ir Hadiyanto, ST, MSc, IPU (Universitas Diponegoro), dan Rangga Fajar Abdillah, ST, MLing (Universitas Ivet).

Ketua Tim Pengusul, Dr Fuad Muhammad, menjelaskan pendampingan yang telah berjalan selama tiga tahun ini difokuskan untuk mengantar mitra desa—yakni BUMDesa “Abimantrana” dan Sanggar Seni “Kusuma Wicitra”—menuju otonomi penuh.

“Pada tahun ketiga ini, fokus kami adalah hilirisasi program, efisiensi operasional mandiri energi, pemenuhan infrastruktur seni yang paripurna, serta penguatan ekonomi kreatif dan pelindungan hukum berbasis HKI,” ujar Dr Fuad, Rabu, 26 Agustus 2026.

Inovasi Energi Surya dan Hilirisasi Limbah Pesisir

Dari sektor lingkungan dan pariwisata, BUMDesa Abimantrana berhasil mengatasi tantangan tingginya beban biaya operasional (OPEX) akibat ketergantungan pada listrik konvensional.

Tim pengabdian mengimplementasikan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS Off-Grid 300 Wp) untuk mendukung pencahayaan mandiri di kawasan Edupark Situs Perahu Kuno.

Selain itu, potensi limbah sabut kelapa di Pantai Karang Jahe yang mencapai ribuan kilogram per bulan dioptimalkan melalui mesin pencacah (hammer mill). Hasil cacahan berupa cocopeat berkualitas tinggi tersebut disalurkan langsung sebagai media tanam di fasilitas green house baru yang juga terintegrasi dengan panel surya dan lampu pertumbuhan (grow light).

Sanggar Seni Bertransformasi Jadi Event Organizer Mandiri

Sementara itu, lompatan besar turut dirasakan oleh Mitra 2, Sanggar Seni “Kusuma Wicitra”. Melalui program PDB tahun ini, sanggar resmi menerima bantuan infrastruktur panggung modular berukuran 6×8 meter serta seperangkat instrumen gamelan komprehensif (mulai dari kendang, bonang, kempul, gong, saron, hingga slentem).

Koleksi seni pertunjukan desa juga semakin diperkaya dengan lahirnya dua tarian kreasi baru, yakni Tari “Selaras Senja” dan Tari “Prajurit Satrio Punjulharjo”, lengkap dengan pengadaan atribut busana pentas yang representatif.

Kehadiran fasilitas ini sukses menransformasikan sanggar seni lokal menjadi entitas Event Organizer kebudayaan mandiri yang siap menyambut wisatawan dengan pementasan kolosal Yukti Jagad Sambhara.

Digitalisasi Destinasi

Di era digital, promosi desa wisata didongkrak melalui optimalisasi website resmi desawisatapunjulharjo.com, pemetaan direktori digital lapak UMKM lewat Local SEO (Google Business Profile), serta produksi video profil pariwisata profesional dan Brosur Pintar berbasis QR Code.

Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini didukung dan didanai sepenuhnya oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026 melalui Skema Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan Berbasis Wilayah Ruang Lingkup Desa Binaan, berdasarkan Nomor Kontrak Induk: 148/C3/DT.05.00/PM/2026 dan Nomor Kontrak Pelaksanaan: 255-1/UN7.D2/PM/IV/2026.

Melalui sinergi pentahelix antara akademisi, pemerintah desa, BUMDesa, sanggar seni, dan keterlibatan aktif mahasiswa, Desa Punjulharjo kini berdiri kokoh sebagai model percontohan desa wisata mandiri, lestari, dan berdaya saing tinggi di Jawa Tengah. (*)

Editor: Triantotus

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar