Portalika.com [SUKOHARJO] – Mahasiswa KKNT Inovasi IPB 2026 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Daging dan Telur ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) kepada ibu-ibu PKK Desa Kedungsono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di Balaidesa Kedungsono ini diikuti 35 orang dan menjadi salah satu upaya edukasi masyarakat mengenai pemilihan serta penanganan pangan asal hewan yang aman dan berkualitas.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK sebagai bagian dari keluarga mengenai cara memilih, menangani, menyimpan, dan mengolah daging serta telur dengan tepat.
Materi disampaikan secara langsung melalui pemaparan, diskusi, dan tanya jawab agar peserta dapat memahami penerapan prinsip ASUH dalam kehidupan sehari-hari.
Pada materi daging, peserta diperkenalkan dengan ciri-ciri daging yang baik serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi kualitasnya.
Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai risiko pencemaran dan pentingnya mencegah pencemaran silang, seperti dengan menggunakan talenan berbeda, mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah bahan makanan, serta memisahkan daging mentah dari makanan matang.
Selain itu, peserta diberikan tips dalam memilih daging, antara lain memilih daging yang berwarna cerah, segar dan lembap, tidak berbau atau berwarna kehitaman, serta membeli daging dari tempat resmi dengan kemasan yang bersih dan utuh.
Daging yang tidak langsung dimasak juga perlu disimpan dalam wadah bersih dan tertutup di dalam lemari pendingin atau freezer sesuai lama penyimpanan.
Edukasi juga diberikan mengenai penanganan telur. Peserta diajak mengenali telur yang masih segar serta memahami pentingnya memisahkan telur retak dan tidak retak, telur bersih dan kotor, serta telur lama dan baru.
Telur yang lebih lama dianjurkan digunakan terlebih dahulu, sedangkan penyimpanan dilakukan pada suhu 7–10°C dengan bagian tumpul menghadap ke atas.
Sebagai luaran kegiatan, mahasiswa KKNT Inovasi IPB 2026 juga membagikan leaflet edukasi Daging dan Telur ASUH kepada peserta. Leaflet tersebut berisi informasi ringkas mengenai ciri-ciri telur segar, cara penyimpanan dan pengolahan telur, pencegahan pencemaran silang, serta tips penyimpanan daging.
Dengan adanya leaflet, peserta dapat membawa pulang materi dan menggunakannya sebagai panduan dalam memilih serta menangani pangan asal hewan di rumah.
Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK Desa Kedungsono diharapkan tidak hanya memahami konsep ASUH, tetapi juga mampu menerapkannya saat membeli, menyimpan, dan mengolah daging serta telur untuk kebutuhan keluarga.
Edukasi tersebut diharapkan dapat mendukung penerapan keamanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga di Desa Kedungsono. (*)
Editor: Triantotus












Komentar