Citrawira, Jurnal DKV ISI Surakarta Raih SINTA 5 Lewat Berbagai Strategi

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Jurnal Citrawira terbit perdana tahun 2020, berisikan publikasi ilmiah pada kajian (riset dasar) dan desain (riset terapan) yang luarannya dari riset desain komunikasi visual, namun tidak terbatas pada periklanan, desain grafis dan multimedia.

Kelahiran Jurnal Citrawira sebagai jurnal dari Prodi S1 Desain Komunikasi Visual FSRD Institut Seni Indonesia Surakarta mulai tahun 2018 ini ditujukan untuk memenuhi keilmuan dalam ranah desain komunikasi visual.

banner 300x250

Mengambil nama Citrawira: Journal of Advertising and Visual Communication terdaftar ISSN secara tercetak ataupun online, dengan nomor ISSN cetak: 2774-2806 dan ISSN online: 2774-2792. Dimana terbit dua kali dalam setahun dan telah memasuki usia yang keempat tahun pada volume 4 ini berhasil terindeks SINTA yang baru semenjak tahun 2022 lalu diusulkan.

Baca juga: Kompetisi Karya Unggulan Mahasiswa Desain Interior ISI Surakarta Digelar Lewat COMPOSITION#1

Ketercapaian terakreditasi Sinta 5, menurut Kaprodi DKV ISI Surakarta, Rendya Kurniawan, MSn sangat mengapresiasi keberhasilan tim redaksi Jurnal Citrawira. Menurutnya, keberhasilan untuk memenuhi akreditasi tidak begitu mudah bagi tim redaksi, sehingga bisa terindeks nasional. Meskipun demikian harapannya kedepan semakin lebih baik dalam pengelolaan.

Berdasarkan pengertian yang ada di laman ristekdikti, bahwa SINTA (Science and Technology Index) merupakan portal yang berisi tentang pengukuran kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi antara lain kinerja peneliti, penulis, author, kinerja jurnal dan kinerja institusi Iptek.

Hal ini didasarkan atas Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 79/ E/KPT/2023 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal llmiah Periode I Tahun 2023, yaitu peringkat 5 mulai Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021 sampai Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025. Bahwa SINTA dirancang untuk mempermudah pendataan dan pemetaan publikasi ilmiah oleh peneliti dan akademisi Indonesia.

Editor in chief, Dr Handriyotopo, MSn, menyatakan dirinya bersyukur Jurnal Citrawira yang baru berusia empat tahun pada volume 4 Nomer 1 Juni 2023 telah terkareditasi Sinta 5. “Tentu saja juga kerja keras dari tim redaksi yang tidak kenal lelah untuk belajar dan belajar melakukan review naskah hingga mampu terbit secara periodik setiap tahunya 2 (dua) edisi di bulan Juni dan Desember,” katanya.

Adapun alamat jurnal Citrawira ada di link: https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/citrawira/index dan telah dilihat atau dikunjungi sebanyak 6.325 lebih dari pembaca Indonesia dan beberapa mancanegara seperti pembaca Amerika, Canada, Jerman, Malaysia, India, Jepang, dan Perancis.

Lebih lanjut Handriyotopo dalam rilis menyatakan terkait system open akses jurnal, kebetulan system jurnal yang dikembangkan menggunakan OJS 2 (Open Journal System). Pemilihan OJS ini yang bersifat terbuka dan cukup lengkap dalam melakukan manajemen sistemnya mulai submission, peer review hingga sistem pengindeksnya, meskipun juga telah hadir system OJS 3.

Bila dilihat dari perkembangan jurnal di lingkup ISI Surakarta memang masih muda dari pengeloaan jurnal dalam rumpun seni humaniora dibanding dengan seniornya yang lain seperti Jurnal Dewaruci dan Jurnal Gelar yang sudah terindeks Sinta 2.

Agar meningkat lebih baik adalah keberadaannya saat ini Jurnal Citrawira memang masih mengadoposi artikel-artikel mahasiswa di lingkungan Prodi S1 DKV FSRD ISI Surakarta. Ke depan perlu melakukan kerjasama bidang pengelolaan pertukaran artikel dengan institusi sejenis dalam mengembangkan keilmuan desain komunikasi visual, agar memenuhi indeks yang disyaratkan 60% dari luar dan 40% dari artikel dalam sendiri dan tentu saja penyaringan artikel yang lebih ketat.

Adapun persyaratan untuk dapat mengusulkan akreditasi jurnal ilmiah, pertama, memiliki ISSN dalam versi elektronik (e-ISSN) dan atau cetak (p-ISSN) bila terbitan terbit dalam dua versi, sesuai data di laman: http://issn.lipi.go.id/. Kedua, mencantumkan persyaratan etika publikasi (publication ethics statement) dalam laman website jurnal..

Ketiga, terbitan berkala ilmiah harus bersifat ilmiah, artinya memuat artikel yang secara nyata mengandung data dan informasi yang memajukan pengetahuan, ilmu, dan teknologi serta seni. Keempat, terbitan berkala ilmiah telah terbit paling sedikit 2 tahun berurutan, terhitung mundur mulai tanggal atau bulan pengajuan akreditasi.

Kemudian kelima, frekuensi penerbitan berkala ilmiah paling sedikit dua kali dalam satu tahun secara teratur, keenam, jumlah artikel setiap terbit sekurang-kurangnya 5 artikel. Ketujuh, tercantum dalam Portal Garuda (garuda.ristekdikti.go.id) dan kedelapan, memiliki Digital Object Identifier (DOI) untuk setiap artikel.

Mekanisme pengajuan akreditasi dilakukan secara daring melalui laman http://arjuna.ristekbrin.go.id, dengan mengisi identitas terbitan, evaluasi diri dan volume serta nomor yang akan dinilaikan.
Strategi yang dikembangkan untuk mendapatkan indeks Sinta secara nasional yang pertama sekali  tentu kesiapan artikel yang terbit secara periodik atau berkala secara manejemen OJS nya.

Sedangkan bagaimana langkah kesiapan akreditasi, Handriyotopo menjelaskan dengan langkah mendaftar ke akun Arjuna dengan cara sebagai berikut; pertama melakukan regristasi yaitu melakukan isian data pengusul Jurnal Citrawira, kemudian melengkapi usulan jurnal, berupa pengusul dari ketua redaksi Jurnal Citrawira melampirkan syarat berupa data-data penting yang menjadi syarat untuk dilampirkan seperti dua volume terbitkan terakhir, yang kebetulan data yang diunggah adalah tahun 2021 dan 2022 terbitan Jurnal Citrawira.

Selanjutnya akan dilakukan proses verivikasi dari tim pengusul yang akan diperiksa oleh assesor secara adinistratif dan tahapan pengumuman tebitnya SK terkait akreditasi jurnal yang diusulkan dan akan mendapatkan sertifikat. Dalam hal ini pengusul dapat melihat progress sejauhmana review itu dilakukan oleh asesor dengan melihatnya di akun Arjuna yang telah didaftarkan.

Saat ini salah satu instrumen untuk mengukur reputasi jurnal adalah nilai h-index. H-index mengukur reputasi jurnal berdasarkan produktifitas dan dampak/sitasi secara bersamaan. Selain terindek Sinta, bahwa Jurnal Citrawira juga telah terindek google scholar dengan H-index 4 dengan sejumlah citasi 41 artikel.

Menurutnya, H-index ini digagas oleh Jorge E.l Hirsch pada tahun 2005 (UC San Diego) dan dinamakan juga dengan Hirsch index or Hirsch number. H-index ini juga menyatakan seberapa besar sebaran sitasi yang diterima jurnal. H-index ini juga menyiratkan sebaran kualitas artikel yang sudah mendapatkan sitasi. (Suryono)

Komentar