Lomba MTQ Nasional di Jateng Jadi Ajang Ungkit Pasar UMKM, Wagub Taj Yasin Cukur di Stan Baznas

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] – Pameran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI digelar pada 12 hingga 29 September 2026 seiring gelaran MTQ di Plaza Simpanglima, Kota Semarang. Pameran tersedia 150 stan yang menyuguhkan berbagai produk UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Karenanya rangkaian MTQ tidak sekadar ajang perlombaan atau syiar keagamaan, tetapi juga wadah kolaborasi ekonomi antardaerah untuk memasarkan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masing-masing.

banner 300x250

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jawa Tengah mengatakan, kehadiran perwakilan dari provinsi di Indonesia menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang pemasaran ke berbagai wilayah Indonesia.

“Karena kita negara yang besar, kita harus saling mengenal potensi-potensi kita. Jawa Tengah dengan provinsi yang lain memiliki potensi masing-masing sehingga kita ingin maju bersama,” katanya.

Menurut dia, momentum berkumpulnya masyarakat dari Sabang sampai Merauke di Jawa Tengah dapat dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi ekonomi antardaerah.

Produk kriya dan berbagai produk unggulan UMKM Jawa Tengah, kata dia, diharapkan tidak hanya dipasarkan di daerah sendiri, tetapi juga dapat menjadi oleh-oleh dan produk yang dipasarkan di provinsi lain.

“Siapa tahu oleh-oleh khas kriya dari Jawa Tengah bisa dipasarkan di provinsi yang lain. Begitu juga sebaliknya. Ini yang ingin kita angkat bersama-sama,” ujarnya.

Taj Yasin berharap momentum tersebut memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Tengah. Terlebih, ribuan orang dari berbagai daerah diperkirakan hadir di Kota Semarang selama pelaksanaan MTQ.

Ia menyebut Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya telah membantu Pemprov Jateng menghitung potensi perputaran ekonomi selama rangkaian kegiatan tersebut. “Informasi dari BPS, perputaran uang diperkirakan antara Rp500 miliar sampai Rp1,2 triliun,” katanya.

Menurut Taj Yasin, potensi tersebut menjadi peluang positif untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di tengah tantangan pertumbuhan ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin mengunjungi stand dari Baznas yang menyediakan jasa cukur rambut gratis. Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu langsung meminta kepada tukang cukur untuk mencukurkan rambutnya.

Tukang cukur dari Baznas, Abdul Basir mengaku senang punya pengalaman mencukur orang nomor dua di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut.

“Sangat bahagia sekali,” kata Basir yang mendapatkan keahlian cukur rambut dengan pelatihan dari Baznas Jateng itu. (*)

Editor: Triantotus

Komentar