Inovasi “Modern Javanese Healing Space”, Tim ISI Solo Rebut Juara I Nasional

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA]–Tim mahasiswa Program Studi Desain Interior, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta/Solo, Jateng mengukir prestasi di tingkat nasional pada 31 Agustus 2026. Mereka sukses menyabet Juara I dalam kompetisi bergengsi Jawara Designverse 2026 untuk kategori Desain Interior Commercial Public Space.

Siaran pers dari ISI Solo menyebutkan, kompetisi berskala nasional ini digelar Fakultas Desain dan Seni Kreatif, Universitas Mercu Buana, Jakarta, dalam rangka memperingati Harmony 12 years Creative Impact.

banner 300x250

Tim tangguh ISI Surakarta yang beranggotakan mahasiswa angkatan 2024—Arina Nuriana, Shandika Desta Bayu Pratama, dan Firdaus Nur Akhsani—berhasil memikat dewan juri lewat karya redesain area komersial yang mengusung pendekatan wellness.

Dalam ajang tersebut, objek yang dipilih untuk diredesain adalah Kopi Djati, sebuah kedai kopi populer yang berlokasi di dekat kampus FSRD ISI Solo. Di bawah bimbingan dosen pengampu, tim mahasiswa ini merancang konsep inovatif bertajuk “Modern Javanese Healing Space (MJHS)”.

Respons Kesehatan Mental Gen Z Melalui Budaya Lokal

Konsep ini lahir sebagai respons nyata terhadap kerentanan Generasi Z (Gen Z) menghadapi isu kesehatan fisik maupun psikis di era urban. Di sisi lain, Kota Solo dalam dua tahun terakhir mengalami kelonjakan tren kedai kopi dengan mayoritas konsumen dari kalangan muda tersebut.

Guna menjembatani fenomena pergeseran budaya kota ini, konsep MJHS hadir menawarkan pengalaman ruang (spatial experience) yang menenangkan tanpa mencabut akar budaya lokal Jawa.

Langkah strategis ini juga selaras dengan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menetapkan Kota Solo sebagai salah satu destinasi utama Wellness Tourism di Indonesia.

Rancangan yang diberi nama Srawung Djati ini mengangkat kembali tradisi komunal masyarakat Solo, yaitu “Srawung” (berkumpul/berinteraksi), untuk menarik kembali perhatian masyarakat dari distrasi dunia digital.

Rancangan interior Srawung Djati membagi program ruang ke dalam tiga zona aktivitas berbasis filosofi Jawa:

• Zona Mesem (Senyum): Area publik yang dirancang untuk membangun relasi dan interaksi sosial dalam berkomunitas.

• Zona Meneng (Berdiam Diri): Area semi-privat yang difokuskan agar pengunjung bisa tenang dan fokus pada diri sendiri.

• Zona Suwung (Sunyi): Area khusus meditasi dan yoga untuk memulihkan kesehatan mental.

Keunikan lain terletak pada skema warna material ruang yang secara kreatif diadaptasi dari perjalanan warna tanaman kopi, mulai dari warna daun hijau, biji kopi saat panen, hingga proses roasting yang siap dikonsumsi.

Keseluruhan suasana ruang diperkuat oleh pesan mendalam dari filosofi Jawa: urip tansah eling lan waspada (hidup harus selalu sadar dan waspada), nrima ing pandum (menerima pembagian dari Tuhan), dan memayu hayuning bawana (memperindah keindahan dunia).

Kolaborasi Akademis dan Riset Nyata

Karya monumental ini merupakan luaran dari mata kuliah Interior Publik. Dosen pembimbing sekaligus pengampu mata kuliah, Dr Dhian Lestari Hastuti, SSn, MSn, berperan besar mendampingi langsung proses penyempurnaan karya. Dr Dhian yang juga sedang fokus meneliti tren kedai kopi di berbagai kota, berhasil mengarahkan mahasiswanya hingga melaju ke panggung juara.

“Kami ingin menjadikan Kopi Djati bukan sekadar tempat nongkrong, melainkan ruang publik komersial yang memulihkan energi pengunjungnya melalui penerapan prinsip wellness design dan sentuhan estetika Jawa modern,” ujar Dhian.

Menurut dia pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Desain Interior ISI Solo yang telah meraih akreditasi Unggul sejak tahun 2026. Prodi ini terus konsisten melahirkan desainer muda yang tidak hanya kuat secara akademis dan teknis, tetapi juga peka terhadap isu sosial, kesehatan mental, serta potensi pariwisata daerah.

Koordinator Program Studi Desain Interior ISI Solo, Putri Sekar Hapsari, SSn, MA mengatakan, “Prestasi luar biasa yang diraih oleh Arina, Shandika, dan Firdaus merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa kami mampu menerjemahkan nilai kearifan lokal menjadi solusi inovatif yang menjawab tantangan global, seperti isu kesehatan mental Gen Z.”

“Kemenangan di ajang Jawara Designverse 2026 ini juga menjadi validasi atas kualitas pembelajaran di Desain Interior ISI Surakarta yang saat ini telah mengantongi akreditasi UNGGUL. Kami berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi antara riset akademis dan kompetisi nyata, sehingga lulusan kami siap menjadi designpreneur dan desainer interior andal yang berkontribusi aktif, baik di tingkat nasional hingga industri hospitality internasional,” tegas dia. (Iskandar)

Komentar