Wawalkot Astrid Ajak Santri Jadi Generasi Berilmu dan Berakhlak

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani mendorong para santri dan mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas diri, memperkuat karakter, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, perpaduan pendidikan perguruan tinggi dan pembinaan di pesantren menjadi bekal penting untuk melahirkan generasi muda yang berilmu sekaligus berakhlak.

banner 300x250

Pesan tersebut disampaikan Astrid saat menutup Liga Santri Pondok Pesantren Mahasiswa Roudlatul Jannah, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam di kompleks Pondok Pesantren Mahasiswa Roudlatul Jannah, Jalan Porong, Pucangsawit, Jebres.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2026.

Astrid mengapresiasi pengasuh dan panitia yang telah menghadirkan kompetisi tersebut sebagai ruang membangun kebersamaan, kedisiplinan, kerja sama, dan sportivitas di kalangan santri.

“Liga Santri bukan hanya tentang pertandingan dan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk belajar tentang kerja sama, kedisiplinan, sportivitas, dan bagaimana kita menghargai orang lain,” ujar Astrid.

BACA JUGA  Perantau Asal Jawa Tengah Persembahkan Gebyar Harmoni Budaya di Jakarta

Ia menilai, para santri yang sekaligus menempuh pendidikan di perguruan tinggi memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab besar. Menjalani perkuliahan dan kehidupan pesantren membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, serta kemampuan mengatur waktu.

Astrid mengingatkan agar para santri tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, proses belajar bukan hanya bertujuan memperoleh pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, cara berpikir, dan kemampuan mengambil keputusan.

“Ilmu yang kalian dapatkan di kampus perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai yang dipelajari di pondok, seperti kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, dan kepedulian kepada sesama. Jangan hanya menjadi orang yang pintar, tetapi juga menjadi pribadi yang memiliki karakter dan bermanfaat bagi lingkungan,” pesannya.

Astrid yang memiliki pengalaman di lingkungan akademik juga memotivasi para santri untuk tidak meremehkan setiap proses yang sedang dijalani.

Ia menekankan bahwa keberhasilan membutuhkan ketekunan dan kemauan untuk terus berkembang.

BACA JUGA  Ahmad Luthfi: Pengadaan Barang Dan Jasa Harus Transparan dan Akuntabel, ASN Baik Kualitas Pelayanan Publik Baik

Momentum Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda, lanjutnya, juga menjadi pengingat pentingnya peran generasi muda dalam perjalanan bangsa.

Peringatan Hari Santri 2026 mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, sedangkan Hari Sumpah Pemuda ke-98 mengangkat tema Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.

Kedua momentum tersebut memiliki semangat yang saling menguatkan, yakni mendorong generasi muda untuk memiliki karakter kuat, menjaga persatuan, dan mengambil peran nyata dalam pembangunan.

“Para santri juga memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa. Jika dahulu perjuangan dilakukan melalui perjuangan fisik, pendidikan, dan dakwah, sekarang perjuangan itu dapat dilanjutkan melalui peningkatan kualitas diri, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Astrid menegaskan, Kota Surakarta membutuhkan generasi muda yang berilmu, berkarakter, terbuka terhadap perkembangan zaman, tetapi tetap memiliki pegangan nilai yang kuat.

Ia berharap para santri dan mahasiswa Roudlatul Jannah mampu memberikan kontribusi sesuai bidang dan kemampuan masing-masing.

BACA JUGA  Solo Raya Great Sale 2025 Momentum Pengungkit Ekonomi Daerah

Pengabdian kepada masyarakat, menurutnya, tidak harus menunggu seseorang menjadi pejabat atau menduduki posisi tertentu.

“Tidak harus menunggu menjadi pejabat atau orang besar untuk bermanfaat. Mulailah dari hal-hal sederhana, dari lingkungan pondok, kampus, keluarga, dan masyarakat sekitar,” tegas Astrid.

Terkait kompetisi yang telah berlangsung, Astrid mengingatkan bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari proses.

Para pemenang diharapkan tetap rendah hati, sementara peserta yang belum meraih juara diminta menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus berlatih.

Ia berharap Pondok Pesantren Mahasiswa Roudlatul Jannah terus menjadi ruang pendidikan dan pembinaan yang melahirkan generasi muda unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam karakter, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Astrid juga menyampaikan selamat kepada para pemenang Liga Santri dan mengajak seluruh peserta untuk mempertahankan semangat persaudaraan, baik di lingkungan pesantren maupun dalam kehidupan bermasyarakat. (Ariyanto)

Komentar