Wawalkot Surakarta Ajak Generasi Muda Lakukan Gaya Hidup Halal

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani menjadi keynote speaker dalam kegiatan MES Surakarta dan Asbisindo Goes to School bertema Gaya Hidup Halal Gen-Z di aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Astrid mengajak generasi muda menerapkan nilai-nilai halal dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memilih makanan, pergaulan, menjaga kesehatan mental hingga mengelola keuangan.

banner 300x250

Astrid yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta menegaskan, gaya hidup halal tidak sebatas pemenuhan kebutuhan konsumsi sesuai syariat. Lebih dari itu, gaya hidup halal merupakan bagian dari pembentukan karakter generasi muda agar mampu mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab.

BACA JUGA  Anggota Baru OSIS SMAN 1 Wuryantoro Mendapat Pelatihan LDK Dari Tentara

“Gaya hidup halal bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan anak muda. Banyak keputusan yang dibuat Gen Z setiap hari, mulai dari apa yang dikonsumsi, bagaimana mengelola uang, menjaga kesehatan mental, sampai bagaimana menggunakan teknologi, berkaitan dengan pilihan hidup yang baik dan bertanggung jawab,” kata Astrid.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi keuangan syariah sejak dini, terutama di tengah maraknya pinjaman online ilegal, penggunaan paylater yang tidak terkendali, serta judi online.

Kemudahan akses layanan digital harus diimbangi kemampuan memahami risiko dan mengendalikan perilaku konsumtif.

“Saya menilai anak-anak muda sekarang, Gen Z, sudah cerdas, tidak hanya dalam mengelola diri dan bijak dalam bermedia sosial, tetapi juga harus cerdas dalam pengelolaan keuangan,” ujarnya.

BACA JUGA  Kisah Inspiratif KH AR Fachruddin, Jadi Contoh Pimpinan Memberi Teladan Besarkan AUM

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diumumkan OJK, LPS, dan BPS, indeks literasi keuangan syariah Indonesia tercatat sebesar 43,07 persen.

Sementara itu, indeks inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,24 persen. Data tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah dan pemanfaatan layanan keuangan syariah.

Bank Indonesia juga mencatat, 76 persen Generasi Z mempelajari keuangan pribadi melalui media sosial. Namun, 83 persen di antaranya mengaku pernah terpapar informasi keuangan yang keliru.

Kondisi ini memperkuat pentingnya edukasi agar anak muda mampu memilah informasi dan mengambil keputusan finansial secara tepat.

Program Goes to School tersebut memberikan edukasi mengenai penerapan prinsip syariah dalam berbagai aspek kehidupan generasi muda.

BACA JUGA  Program MBG Dorong Peran Koperasi Dan Industri Susu Lokal

Materi yang dibahas meliputi pemilihan makanan halal, busana, pergaulan sehat, kesehatan mental, hingga perencanaan keuangan dan pernikahan.

Kegiatan ini turut menghadirkan Ketua KPMI Korwil Solo, Dedhy Prihtiantoro, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Widiyansyah Maulana, Psikiater RS UNS, dr Halim Tazer Kusuma, serta Direktur BPRS Insan Mulia Rusmiati sebagai pemateri.

Melalui kegiatan ini, MES Surakarta bersama Asbisindo DPW Solo Raya mendorong peningkatan pemahaman generasi muda mengenai ekonomi dan gaya hidup halal.

Edukasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi Gen Z untuk membangun kebiasaan positif, menjaga diri, serta lebih cermat dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihan di tengah perkembangan era digital. (Ariyanto)

Komentar