Portalika.com [SUKOHARJO] – Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL)-II Kelompok 1 Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kesehatan (FKMIK) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar program intervensi kesehatan di Desa Mojorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo disepanjang bulan Oktober 2026.
Intervensi difokuskan pada peningkatan literasi pencegahan TBC, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pembiasaan etika batuk yang benar.
Dosen Pembimbing, Titik Haryanti, menjelaskan, aksi ini berakar dari tindak lanjut prioritas masalah hasil asesmen PBL-I.
“Harapannya, intervensi ini berdampak nyata bagi derajat kesehatan warga Mojorejo sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmunya di lapangan,” ungkapnya.
Langkah preventif pertama menyasar kelompok anak usia sekolah melalui agenda “Sosialisasi Etika Batuk yang Benar dan PHBS” bertempat di SD Negeri 01 Mojorejo, Bendosari, Sukoharjo pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Adapun pemandu dua mahasiswa sebagai pemateri yakni Chaterine dan Adrian. Disitu para murid dilatih memutus mata rantai penularan kuman TBC dengan mempraktikkan etika batuk dan bersin serta kebiasaan cuci tangan pakai sabun.
“Hasil evaluasi mencatat lonjakan pemahaman siswa yang signifikan, dari hasil pre-test dibandingkan post-test,” jelas Titik.
Intervensi yang kedua menyasar kelompok rentan dan pengasuh keluarga melalui “Sosialisasi Penyakit Tuberkulosis (TBC)” pada Sabtu, 17 Oktober 2026 di Balaidesa Mojorejo, Bendosari selaku pemateri, Endang dan Citra membedah gejala klinis, cara transmisi bakteri, hingga kiat proteksi kontak erat serumah, khususnya balita dan lansia.
Antusiasme peserta yang didominasi kalangan ibu-ibu tecermin dari perubahan pemahaman setelah kegiatan sosialisasi, tambahnya.
Guna memperkuat edukasi visual, Kelompok -1 turut memasang 10 poster informatif karya (Amanda) di titik-titik vital desa, mulai dari posyandu, sekolah, balai desa, hingga PKD.
Inisiatif terpadu ini menuai respons positif dari aparatur dan tenaga kesehatan setempat.
Bidan Desa Mojorejo, Ria Juniarti, mengapresiasi kontribusi nyata mahasiswa dalam mengikis risiko infeksi melalui pembiasaan etika batuk. Juga dukungan senada disampaikan Kepala Desa Mojorejo, Aris Supriyanto yang menyampaikan berterima kasih atas dedikasi mahasiswa Kesmas FKMIK Univet Bantara dalam meningkatkan kesadaran warganya terhadap ancaman TBC. (Begug SW)











Komentar