Portalika.com [YOGYAKARTA] – Jadwal Kereta Api Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS) mulai Senin, 2 November 2026 mengalami perubahan. Perubahan ini dilakukan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya perubahan ini, diharapkan kenyamanan perjalanan para pelanggan KA semakin meningkat.
Kehadiran KA BIAS selama ini telah berkontribusi dalam mendukung peningkatan aksesibilitas dan kemudahan mobilitas masyarakat, khususnya dari wilayah Solo Timur menuju Magetan, Madiun, Caruban, maupun sebaliknya.
“Perubahan ini diharapkan dapat mendukung masyarakat untuk menunjang mobilitas harian maupun akses wisata sehingga dapat mendukung kemajuan perekonomian dan pariwisata daerah. Kami mengimbau para pelanggan untuk memeriksa kembali jadwal perjalanan KA BIAS melalui aplikasi Access by KAI agar tidak salah jadwal KA,” ujar Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih.
Feni menambahkan, hadirnya KA BIAS diharapkan masyarakat senantiasa semakin mudah mengakses perjalanan menuju berbagai tujuan dari Bandara Adi Soemarmo – Kadipiro – Solo Balapan – Solo Jebres – Palur – Sragen – Walikukun – Ngawi – Magetan – Madiun – Caruban maupun arah sebaliknya (total 11 stasiun pemberhentian) dengan tarif terjangkau mulai dari Rp7.000,- hingga Rp40.000.
Setiap harinya ada 10 perjalanan KA BIAS. Untuk pembelian tiket KA BIAS dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Access by KAI dan chanel resmi lainnya serta vending machine/Loket Box yang tersedia.
KAI Daop 6 Yogyakarta berharap, selain memberikan kemudahan bagi pengguna transportasi umum dan memanjakan para penumpang yang ingin mengeksplorasi berbagai objek wisata, langkah ini diharapkan mendorong perpindahan dari kendaraan pribadi ke transportasi masal, sehingga dapat mengurangi kemacetan dan polusi udara.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan layanan KA BIAS ini sebagai alternatif transportasi massal yang aman, nyaman, hemat waktu, dan ramah lingkungan, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan demi memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan, serta mendukung konektivitas antardaerah dengan transportasi yang nyaman, aman, dan terjangkau,” ujar Bambang. (Ariyanto)











Komentar