Musim Hujan Datang, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Mitigasi Bencana Diperkuat

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta penguatan mitigasi bencana seiring mulai datangnya musim hujan. Penguatan infrastruktur dan koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi langkah penting untuk mengantisipasi banjir, tanah longsor, serta dampak cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

Menurut dia, langkah mitigasi dinilai perlu dilakukan sejak dini agar dampak curah hujan tinggi tidak menimbulkan persoalan di sejumlah wilayah.

banner 300x250

“Tentu kita harus melakukan mitigasi,” kata Luthfi seusai menghadiri Parade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Lapangan Tarubudoyo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa, 3 November 2026.

BACA JUGA  Mahasiswa Laksanakan Program Magang di Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Transmigrasi, Energi, dan Sumber Daya Mineral

Menurutnya, penguatan infrastruktur menjadi salah satu langkah yang dilakukan pemerintah provinsi dalam menghadapi potensi dampak musim hujan. Upaya tersebut juga membutuhkan koordinasi lintas kewenangan, terutama dalam penanganan infrastruktur sumber daya air.

Koordinasi tersebut, lanjut dia, mencakup penanganan wilayah yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Pemerintah berupaya melakukan mitigasi lebih awal agar kejadian kebencanaan yang sebelumnya terjadi tidak kembali terulang.

Melalui penguatan infrastruktur dan koordinasi antarpemerintah, Luthfi berharap langkah mitigasi dapat dilakukan lebih awal untuk mengurangi potensi dampak cuaca ekstrem di Jawa Tengah.

BACA JUGA  Kota Solo Mulai Menata Ruang Terbuka Hijau, Makam Dalam Kota Jadi Sasaran

Kewaspadaan tersebut mengemuka setelah hujan lebat memicu sejumlah bencana di Jawa Tengah. Di Kabupaten Banyumas, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng setempat mencatat 21 kejadian pada Sabtu 31 Oktober 2026, terdiri atas 14 tanah longsor, lima banjir, dan dua kejadian cuaca ekstrem. Dampaknya meliputi kerusakan talud, luapan sungai, hingga tanggul jebol.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG) memprediksi awal musim hujan untuk wilayah Jawa Tengah akan mulai pada minggu pertama November 2026. Namun, hujan ini tidak berlangsung merata di seluruh wilayah.

BACA JUGA  Bupati Trenggalek Minta Warga Pemilik Suara Salurkan Hak Pilih

Wilayah sekitar Pegunungan Slamet dan Pegunungan Dieng menjadi daerah yang lebih awal memasuki musim hujan. Wilayah tersebut meliputi bagian utara Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, hingga Wonosobo.

Sebaliknya, awal musim hujan di sejumlah wilayah pantura dan Jawa Tengah bagian Timur diperkirakan lebih lambat yakni sekitar awal Desember. (Hmjt/*)

Editor: Triantotus

Komentar