Peringati HSN, UIN Surakarta Gelar Ekspo Dan Rawat Petilasan Keraton Kartasura

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Guna memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas (RM) Said Surakarta menggelar Pesantren Expo Solo Raya di kampus UIN Surakarta di Kartasura, Sukoharjo, Jateng. Selain itu UIN juga mulai peduli dengan situs-situs bersejarah di lingkungannya utamanya petilasan Keraton Kartasura.

“Pada HSN ini kami ada kegiatan Expo Pesantren dan napaktilas ke petilasan Keraton Kartasura. Kami tidak sekadar hanya jalan kaki atau jalan sehat, Tetapi menghayati pentingnya nilai petilasan Keraton Kartasura di mana kami ada Prodi Sejarah Peradaban Islam agar mahasiswa dan para civitas akademika itu memahami terhadap sejarah yang ada di sini,” ujar Ketua Panitia HSN UIN Surakarta Dr KH Abdullah Faisol di sela-sela acara di kompleks petilasan Keraton Kartasura, Jumat (20/10/2023).

banner 300x250

Pada acara napaktilas ini pihaknya mengerahkan sejumlah komponen seperti dari rektorat, dekanat, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya. Mereka berjalan dari Kampus UIN RM Said menuju petilasan Keraton Kartasura sejauh kira-kira 1 kilometer.

Baca juga: 10.050 Camaba Ikuti Seleksi Masuk UIN RM Said 2023, Prodi Manajemen Bisnis Syariah Terbanyak Diminati

Di kompleks petilasan Keraton Kartasura perwakilan dari puluhan peserta napaktilas menandatangani piagam Deklarasi Santri. Piagam itu berbunyi, “Kami santri se-Solo Raya berkomitmen menjaga merawat dan nguri-nguri petilasan Keraton Kartasura.”

Faisol yang menjabat Mudir Ma’had Al Jamiah atau Direktur Pondok Pesantren Kampus UIN RM Said Surakarta ini mengakui kampusnya memang dekat dengan situs-situs penting di Kartasura. Tetapi tidak mengetahui situs-situs penting yang ada di dalam petilasan Keraton Kartasura.

Rombongan napaktilas petilasan Keraton Kartasura pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) siap memasuki petilasan Keraton Kartasura, Sukoharjo, Jateng, Jumat (20/10/2023). (Portalika.com/Iskandar)

Padahal, ujar dia, sebenarnya dari sinilah munculnya keraton sejarah kerajaan Islam. Karena itu pihaknya merasa perlu memperhatikan terhadap situs yang ada.

Acara napaktilas ini, ungkap dia, tidak sekadar hanya jalan kaki atau jalan sehat. Tetapi menghayati pentingnya nilai petilasan Keraton Kartasura. Apalagi UIN RM Said mempunyai Prodi Sejarah Peradaban Islam agar mahasiswa dan para civitas akademika itu memahami terhadap sejarah yang ada di sini.

“Syukur kalau kita bisa merawat petilasan di sini, bukan hanya merawat fisik bangunan tapi juga merawat sejarah. Kita sering lewat di sini tapi tidak pernah masuk dan ternyata di dalam kompleks bekas Keraton Kartasura ini banyak sekali situs-situs yang penting untuk dipelajari bersama,” ujar dia.

Menyinggung tujuan deklarasi santri pihaknya berharap agar seluruh civitas akademika ikut merawat petilasan Keraton Kartasura. Karena di petilasan Keraton Kartasura ini terdapat peradaban yang lebih tua dibanding berdirinya Kabupaten Sukoharjo.

Salah seorang peserta napaktilas petilasan Keraton Kartasura pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) membubuhkan tanda tangan pada piagam Deklarasi Santri di petilasan Keraton Kartasura, Sukoharjo, Jateng, Jumat (20/10/2023). (Portalika.com/Iskandar)

Dia mengungkapkan Kabupaten Sukoharjo berdiri baru 77 tahun, sedangkan Keraton Kartasura sudah 334 tahun. “Jadi tujuan kami datang ke petilasan Keraton Kartasura ini untuk merawat sejarah. Agar kita semua tidak ketinggalan dengan sejarah. Ini memang kali pertama kami gelar karena dibentuknya panitia HSN ya baru kali ini,” kata Faisol.

Lebih lanjut dia mengatakan nanti setelah ada kerja sama dengan pihak keraton—selama ini belum pernah ada MoU—kalau ada tamu di UIN akan diajak di petilasan Keraton Kartasura. Karena situs ini dinilai penting sekali.

Bahkan dia mengatakan sebelum orang melihat dan mengetahui Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran, mereka seharusnya datang di petilasan Keraton Kartasura. Sebab keberadaan Keraton Kartasura dianggap sebagai awal keberaan Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran. (Iskandar)

Komentar