Portalika.com [TRENGGALEK, JAWA TIMUR] β Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek menggelar hearing dengan warga Ngares terkait protes jebolnya tanggul di Kali Temon.
Warga Desa Ngares mengaku bahwa kejadian ini sudah beberapa kali terjadi, sehingga membuat warga khawatir dengan bencana banjir yang sering melanda di daerah itu.
Maka dari itu warga menuntut untuk penanganan pascabencana yang bersifat permanen di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek, Kamis, 28 Agustus 2025 pagi.
“Tanggul jebol kemarin yang kedua kalinya, yakni pada tanggal 19. Jadi masyarakat itu resah, gelisah, takut banjir lagi, jadi ini tadi kita hearing dengan seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan Bendungan Bagong, ada dari BBWS, Pemkab Trenggalek, BPBD, Dinsos, kita sinergi untuk mengantisipasi jika terjadi banjir lagi,β jelas Doding, Ketua DPRD Trenggalek.
Doding mengungkapkan sudah ada penanganan dalam mengatasi jebolnya tanggul tersebut. Sedangkan penanganan itu bukan bersifat kedaruratan, tapi akan permanen.
“Beberapa yang sudah dilakukan dan akan dilakukan, regulasi hasil hearing ini untuk menambal tanggul yang jebol dengan permanen. Artinya tidak gawat darurat seperti kemarin dengan Bronjong,β ungkapnya.
Warga juga menuntut ganti rugi untuk tanah yang terdampak. Secara umum, menurut Doding, tuntutan itu sudah ditindaklanjuti dengan ganti rugi hasil panen, tapi untuk bulan Mei hingga Agustus belum. βTapi tadi proses, itu akan ditindaklanjuti,β ujarnya.
Sementara poin ketiga, Doding menjelaskan, warga yang tinggal berdekatan dengan sungai meminta untuk direlokasi.
“Ada beberapa KK, dan ganti rugi tanah yang sekarang sudah diproses, sekarang keinginan masyarakat untuk dibeli. Ini diusahakan untuk membeli tanah itu yang nanti kita gunakan untuk yang lain. Kita usahakan juga untuk membeli,β ujarnya.
Menurutnya penanganan pada poin ketiga tentang relokasi ini sudah ditindaklanjuti sejak Juni, sementara ini tahapannya memasuki penetapan lokasi.
“Karena luasnya 5 hektare, artinya perlu keterlibatan dari Gubernur untuk menetapkan lokasi yang akan dibebaskan,β tegasnya.
Poin keempat, warga meminta untuk menambah titik normalisasi. Diketahui saat ini, normalisasi sungai sedang dilakukan di beberapa titik, seperti Sungai Ngasinan, Pogalan, Durenan.
“Dan ada permintaan untuk normalisasi sungai dan Bagong. Kita berharap ada normalisasi diperluas. Tindak Lanjut, dalam minggu-minggu ini,β ujar Doding (Rudi Sukamto)












Komentar