Forkesi Surakarta Bangun Kebersamaan Lintas Iman

banner 468x60

Portalika.com [ SURAKARTA] – Suasana kebersamaan lintas iman terasa dalam kegiatan buka puasa Ramadan sekaligus Pra-Paskah yang digelar Forum Komunikasi Keluarga Anak Spesial Indonesia (Forkesi) Surakarta di Yayasan Pangon Utomo, Jalan Nias 3, Gilingan, Banjarsari, Kamis, 5 Maret 2026.

Kegiatan yang mempertemukan keluarga anak spesial, komunitas disabilitas, serta masyarakat ini turut dihadiri Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani.

banner 300x250

Acara berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para orang tua anak spesial, relawan komunitas disabilitas, hingga masyarakat umum berkumpul dalam satu ruang silaturahmi. Momentum tersebut sekaligus menjadi gambaran kuatnya semangat toleransi dan kepedulian sosial yang tumbuh di tengah masyarakat Kota Surakarta.

Wawalkot Astrid Widayani menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat kebersamaan lintas iman.

“Ini bukan sekadar kegiatan berbuka puasa bersama, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang memperlihatkan bagaimana masyarakat bisa saling merangkul dalam semangat kebersamaan dan kepedulian,” ujar Astrid.

Ia menjelaskan bulan Ramadan mengajarkan kesabaran, keikhlasan, serta empati kepada sesama. Sementara menjelang Paskah, umat Kristiani juga memaknai pengorbanan, kasih, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

“Nilai-nilai spiritual dari Ramadhan maupun Paskah sejatinya memiliki pesan yang sama, yaitu menguatkan kepedulian terhadap sesama manusia,” kata Astrid.

Lebih lanjut, Astrid menegaskan bahwa inklusi bukan sekadar program pemerintah, tetapi merupakan sikap hidup yang perlu terus ditumbuhkan dalam kehidupan masyarakat.

“Inklusi berarti kita menghormati martabat setiap individu dan memastikan seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dan berkarya,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Forkesi Surakarta serta berbagai komunitas pengampu disabilitas di Solo Raya yang selama ini aktif membuka ruang bagi anak-anak spesial untuk berkembang dan berdaya.

“Gerakan masyarakat seperti ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Surakarta sebagai kota yang semakin ramah, adil, dan inklusif,” kata Astrid.

Pemerintah Kota Surakarta, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi dan komunitas masyarakat dalam membangun kota yang inklusif.

“Melalui kebersamaan dan gotong royong, kita berharap setiap warga dapat merasakan kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkontribusi bagi kota,” ujarnya. (Ariyanto)

Komentar