Wagub Jateng Tekankan Akhlak dan Keimanan Sejak Dini, Kunci Hadapi Zaman yang Berubah Cepat

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen menekankan pentingnya pendidikan akhlak untuk siswa, sebagai bekal untuk menjalani kehidupan.

Bahkan, pendidikan akhlak itu perlu ditanamkan sejak masih dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

banner 300x250

“Sejak dini harus ada pendidikan akhlak,” kata Taj Yasin saat acara Pentas Seni, Akhirussanah, dan Khotmil Quran KB/TK Hj Isriati Baiturrahman I Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung Grhadika Bakti Praja Semarang, Sabtu, 13 Juni 2026.

Sebab, lanjut dia, di tengah zaman yang dinamika perkembangannya cepat ini, yang bisa menjadi benteng diri adalah keimanan dan akhlak yang baik.

Oleh karenanya, Taj Yasin menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) yang telah menyelenggarakan pendidikan di Kota Semarang dalam berbagai tingkatan maupun prestasi-prestasi yang diraih.

“Saya ucapkan terima kasih atas prestasi membanggakan pendidikan di Jawa Tengah khususnya yang ada di Kota Semarang,” katanya.

Taj Yasin juga mengapresiasi kemandirian anak yang tampil dalam pentas seni pada acara ini. Sejumlah pentas dihadirkan di panggung menampilkan anak-anak KB/ TK dengan berbagai atraksi.

Sementara itu, Ketua Umum YPKPI Masjid Raya Baiturrahman, Ahmad Darodji mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan antara anak-anak, para guru, dan orang tua melalui pentas seni yang ditampilkan.

Ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan orang tua kepada YPKPI untuk menjadi tempat pendidikan putera puterinya.

“Semua dengan tekad yang sama. Semuanya ingin membangun anak kita menjadi generasi yang membanggakan kita. Juga anak-anak yang saleh dan salihah,” ucapnya.

Pentas seni dan akhirussanah berlangsung meriah. Diawali dengan penampilan drumband yang diikuti oleh siswa TK, mengiringi sejumlah lagu daerah dari Jawa Tengah.

Kekompakan anak KB/TK Hj Isriati Baiturrahman ditampilkan melalui drama teatrikal yang mengisahkan perjalanan Ki Ageng Pandanaran dan Sunan Kalijogo, yang menjadi cikal bakal Kota Semarang.

Drama ini mengisahkan perjalanan Ki Ageng Pandanaran dalam menyebarkan agama Islam di sejumlah daerah, antara lain Salatiga, dan Boyolali.

Pada drama tersebut, putra bungsu Taj Yasin, Nabigh Taj Yasin Maimoen berperan selaku Sunan Kalijogo. (*)

Editor: Triantotus

Komentar