Tak Lagi Dukung Tokoh Politik, Eks Relawan RGPN Transformasi Jadi Bareta, Ini Visi Misinya…

banner 468x60

27/7, 20.07] Iskandar Ian Xpos 190

Ketua Bareta, Dr Purwanto Yudhonagoro (tengah) mendeklarasikan Bareta di kediamannya, Karangasem, Laweyan, Solo, Jateng, Minggu, 26 Juli 2026 malam. (Portalika.com/Iskandar)

banner 300x250

//////

Portalika.com [SURAKARTA] — Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Relawan Gema Prabowo Nusantara (RGPN) yang sebelumnya aktif dalam kontestasi Pemilu resmi dilebur dan dibubarkan.

Sebagai gantinya, wadah pergerakan tersebut kini bertransformasi menjadi Ormas independen bernama Barisan Relawan Pecinta Tanah Air (Bareta).

Deklarasi Bareta digelar di kediaman Ketua Bareta, Dr Purwanto Yudhonagoro, Karangasem, Laweyan, Solo, Jateng, Minggu, 26 Juli 2026 malam, dihadiri sekitar 200 anggota awal.

“Berbeda dengan wadah terdahulu, Bareta menegaskan posisi sebagai ormas non-politik yang murni bergerak di bidang sosial, kemasyarakatan, advokasi hukum, dan tanggap darurat,” ujar dia ketika ditemui awak media di sela-sela acara.

Sebagai inisiator Purwanto menegaskan bahwa perubahan ini dilakukan untuk merespons dinamika serta kebutuhan riil masyarakat di lapangan yang membutuhkan pendampingan tanpa sekat politik.

“Dulu kami memiliki ormas RGPN saat Pilpres. Sekarang RGPN itu saya lebur dan bubarkan, lalu kami mendirikan Bareta, Barisan Relawan Pecinta Tanah Air. Malam ini kami resmi melakukan deklarasi,” ujar dia.

Usung Tagline “Mata dan Telinga Bangsa”

Purwanto menjelaskan, Ormas yang didirikannya ini mengusung tagline utama “Mata dan Telinga Bangsa”. Filosofi ini mengandung makna keberadaan ormas untuk peka melihat dan mendengar kesulitan rakyat, kemudian tergerak secara nyata untuk memberikan bantuan.

“Filosofinya adalah ketika melihat dan mendengar sesuatu di tengah masyarakat, hati kita tergerak untuk membantu. Visi Bareta adalah menjadi mata dan telinga bangsa yang terpercaya dalam mengawal keadilan, mengawasi pembangunan, serta menyuarakan aspirasi rakyat demi terwujudnya Indonesia yang adil dan sejahtera,” papar dia.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Bareta menetapkan lima misi utama pergerakan:

  • Mengamati: Mengawasi jalannya pembangunan dan kebijakan publik agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
  • Mendengarkan: Menampung, mencatat, dan menyalurkan keluhan serta aspirasi masyarakat secara jujur dan tanpa berpihak.
  • Menyampaikan: Menjadi jembatan komunikasi efektif antara rakyat dengan pemangku kebijakan (stakeholders).
  • Mengawal: Mengawal penyelesaian masalah rakyat hingga tuntas melalui aksi advokasi hukum dan edukasi hak-kewajiban warga.
  • Memperkuat: Membangun jaringan kekompakan masyarakat agar bersatu memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
  • Langkah Konkret: Edukasi dan Pendampingan BPJS bagi UMKM

Tidak sekadar berwacana, pada malam deklarasi tersebut Bareta langsung merealisasikan program kerja nyata dengan menghadirkan pihak BPJS.

Langkah ini diambil untuk memberikan edukasi pentingnya jaminan sosial bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pekerja non-formal.

“Malam ini konkret, kami mendatangkan BPJS untuk mengedukasi masyarakat dan anggota. Banyak pelaku UMKM atau pekerja mandiri yang belum memiliki BPJS. Kami bantu edukasinya, bahkan ada sinyal pendampingan agar mereka mendapatkan kemudahan perlindungan jaminan sosial,” jelas Purwanto.

Dia menambahkan, keanggotaan Bareta dipenuhi oleh berbagai latar belakang profesi, mulai dari advokat, pengusaha UMKM, hingga elemen masyarakat umum.

Netral dan Terbuka Bagi Semua Elemen

Terkait arah politik, Dr Purwanto menegaskan bahwa Bareta tidak berafiliasi dengan partai politik manapun maupun figur calon tertentu.

“Kami netral dan terbuka bagi siapa saja. Anggota kami berasal dari berbagai latar belakang partai dan elemen masyarakat. Bareta tidak dalam rangka mendukung calon politik mana pun, melainkan murni untuk aksi sosial dan tanggap darurat,” tegasn dia.

Dia menjelaskan, sebagai tahap awal Bareta menjadikan Solo Raya sebagai pilot project atau embrio pergerakan sebelum nantinya melebarkan sayap organisasi ke wilayah lain di Indonesia.

Guna menjalankan roda organisasi, untuk tahap awal Bareta telah membentuk struktur kepengurusan inti:

Ketua: Dr Purwanto Yudhonagoro, Sekretaris: Drs Bandung Joko Suryono, SH, MH dan Bendahara: Ade Moar Wiyamboro

Ke depan, pengurus Bareta akan melengkapi struktur divisi, menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta mengurus pendaftaran resmi ke Badan Kesbangpol. (Iskandar)

Komentar