Portalika.com [Klaten] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 1 Tim 120 Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan program Petualang Cilik di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 24 dan 25 Juli 2026 ni menghadirkan enam pojok edukasi, yaitu Pojok Sehat, Pojok Alam dan Lingkungan, Pojok Laut, Pojok Sains Seru, Pojok Eksperimen, dan Pojok Berhitung Ceria, sebagai media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan minat belajar, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak sejak usia dini.
Program ini diselenggarakan berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKN-T yang menunjukkan bahwa anak-anak di Desa Jarum cenderung lebih antusias mengikuti pembelajaran yang dikemas melalui aktivitas bermain.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim KKN-T merancang konsep belajar sambil bermain agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami.
Melalui enam pojok edukasi yang dirancang sesuai karakteristik anak, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga mampu meningkatkan semangat belajar sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan sosial.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan Pojok Sehat yang dipandu oleh Darryl Reyhan Daandy Sudrajat. Melalui sesi ini, anak-anak diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dengan mempraktikkan cara mencuci tangan yang baik dan benar sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran penyakit.
Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Kegiatan kemudian dilanjutkan di Pojok Alam dan Lingkungan yang dipandu oleh Suci Chyntia Dewi dan Adellia Shelina Andi.
Melalui permainan edukatif, peserta belajar mengenal perbedaan sampah organik dan anorganik, mempraktikkan cara memilah sampah sesuai jenisnya, serta memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap alam.
Selanjutnya, Rosa Amalia Putri Pratiwi memandu Pojok Laut dengan mengenalkan kekayaan ekosistem laut Indonesia, berbagai jenis biota laut, serta pentingnya menjaga laut dari pencemaran sampah.
Edukasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran anak-anak akan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut sebagai bagian dari kekayaan alam Indonesia.
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti Pojok Sains Seru yang dipandu oleh Muthia Qobila Husnayaini. Anak-anak melakukan percobaan sederhana membuat pelangi dari busa untuk mengenal konsep dasar sains dengan cara yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami.
Kegiatan ini dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu sekaligus meningkatkan minat anak terhadap pembelajaran sains.
Selanjutnya, Amanda Riski Nuraini memandu Pojok Eksperimen melalui simulasi gunung meletus menggunakan bahan-bahan yang aman.
Percobaan sederhana tersebut memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai reaksi ilmiah sekaligus melatih kemampuan observasi, berpikir logis, dan keberanian anak-anak dalam bereksperimen.
Di Pojok Berhitung Ceria, Sekar Indah Syahani Hasibuan mengajak anak-anak mengasah kemampuan berhitung melalui berbagai permainan edukatif yang menyenangkan.
Pendekatan belajar sambil bermain membuat materi matematika lebih mudah dipahami sekaligus meningkatkan rasa percaya diri anak dalam menyelesaikan berbagai tantangan berhitung.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti sesi edukasi mengenai adab menjaga lisan. Pada sesi ini, anak-anak diajak memahami pentingnya bertutur kata yang baik, sopan, dan santun, menghargai orang lain, serta menjaga etika dalam berkomunikasi sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak usia dini.
Selama pelaksanaan kegiatan, anak-anak mengikuti setiap pojok edukasi dengan penuh semangat dan antusias. Mereka aktif bertanya, menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, serta berpartisipasi dalam berbagai eksperimen yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN-T.
Suasana belajar yang interaktif menjadikan peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan.
Melalui program Petualang Cilik, mahasiswa KKN-T Tim 120 Universitas Diponegoro berharap metode belajar sambil bermain dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan minat belajar anak.
Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai kesehatan, lingkungan, sains, dan matematika, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti kepedulian, tanggung jawab, kerja sama, dan kesantunan.
Dengan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung, Petualang Cilik diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata KKN-T Undip dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan potensi anak-anak di Desa Jarum. (*)
Penulis: Tim KKNT Undip Kelompok 1 Tim 120.
Editor: Triantotus












Komentar